Berikut ini adalah ulasan tentang
makna pengambilan air suci
sebelum memasuki gedung
gereja, yang disadur dari tulisan
karya Scott Hahn yang berjudul
"Tanda-tanda Kehidupan, 40
Kebiasaan Katolik dan Akar
Biblisnya" terbitan Dioma
Publishing, 2011, hal.35 :
Pengambilan air suci sebelum
kita memasuki gereja tidak
terlepas dari penghayatan akan
pentingnya air di dalam hidup
manusia, karena air merupakan
simbol penting yang
menggambarkan kehidupan. Ya,
sebab hidup jasmani kita dimulai
di dalam air, demikian pula hidup
rohani kita.
Air merupakan awal kehidupan.
Dalam Kitab Kejadian penciptaan
alam semesta dimulai dengan
"Roh Allah melayang-layang di
atas permukaan air." (Kej 1:2).
Demikian pula yang terjadi dalam
kehidupan setiap manusia, kita
memperoleh wujud insani kita di
dalam kantung cairan, "air
ketuban" dalam rahim ibu; dan
ketika kantung air ini pecah,
kelahiran dimulai.
Demikian pula, kita mengawali
kunjungan kita ke gereja dengan
mencelupkan air ke dalam bejana
air suci, dan dengan air itu kita
membuat tanda salib, yang
mengingatkan kita akan Allah
Tritunggal Mahakudus: Allah
Bapa, Putera dan Roh Kudus,
yang di dalam-Nya kita dibaptis
dan memperoleh kehidupan ilahi.
Sudah sejak jaman Gereja awal,
air digunakan dalam doa
Kristiani. Bapa Gereja abad ke-2,
Tertulianus, mencatat kebiasaan
simbolis membasuh tangan
sebelum menadahkannya dalam
doa (Tertullian, On Prayer, p. 13).
Kebiasaan ini juga sudah ada di
kalangan Yahudi, dan
kemungkinan ini yang dicatat
oleh Rasul Paulus dalam suratnya
kepada Timotius dalam 1 Tim
2:8. Sejarahwan Eusebius (320)
mencatat bahwa sebuah gereja
di Tirus memiliki air mancur pada
pintu masuknya sebagai tempat
kaum beriman membasuh
tangan mereka.
Namun penggunaan air di pintu
masuk gereja bukan sekadar
sebagai tempat membasuh
tangan, tetapi lebih kepada
makna simbolis akan kehidupan
itu sendiri, penyucian/
pertobatan dan kelahiran
kembali. Air itu mengingatkan
kepada air bah di zaman Nabi
Nuh, yang olehnya kemudian
keluarga Nabi Nuh memperoleh
kehidupan baru (lih. Kej 8-9). Air
itu juga mengingatkan kita
kepada Laut Merah yang dilintasi
oleh bangsa Israel saat
dibebaskan dari perbudakan
Mesir (lih. Kel 14:15-31). Namun
terutama, air itu mengingatkan
kita kepada Pembaptisan kita di
mana kita telah dikuburkan
bersama Kristus (lih. KGK 1220)
dan dibangkitkan bersama Dia
dan memperoleh kehidupan baru
"di dalam air dan Roh" (Yoh
3:5) sebagai anak- anak angkat
Allah (lih. KGK 1265).
Menurut St. Thomas Aquinas, air
"menandakan rahmat Roh
Kudus…karena Roh Kudus adalah
sumber yang tak kunjung kering
dari mana mengalir segala
karunia rahmat."(St. Thomas
Aquinas, Commentary on St.
John, p. 577). Kitab Wahyu
meneguhkan hubungan antara
air dan Roh Kudus dengan
menggambarkan rahmat Roh
Kudus sebagai suatu "sungai air
kehidupan, yang jernih bagaikan
kristal, yang mengalir dari tahta
Allah dan tahta Anak
Domba" (Why 2:1). Kita yang
sudah dibaptis, lahir oleh air dan
Roh, dan pengambilan air suci
mengingatkan kita akan karunia
rahmat Allah yang menguduskan
kita, yang kita terima di dalam
Pembaptisan.
Maka tindakan mengambil air
suci sebelum memasuki gereja
merupakan peringatan dan
pembaruan pembaptisan kita.
Juga, penggunaan air suci
merupakan suatu penyegaran,
yang membebaskan kita dari
penindasan si jahat. St. Theresia
dari Avila mengajarkan, "tidak
ada suatu pun yang membuat
roh-roh jahat lari tunggang
langgang – tanpa memalingkan
muka – kecuali air suci." (St
Theresia Avila, The Book of Her
Life).
Jadi jika disimpulkan,
pengambilan air suci di pintu
gereja adalah untuk
mengingatkan kita akan makna
Pembaptisan kita (yaitu
pertobatan,pengudusan,
kehidupan baru di dalam Kristus
dalam kesatuan dengan Allah
Bapa dan Roh Kudus, dan
partisipasi kita sebagai anak-
anak angkat Allah di dalam misi
Kristus) dan pengusiran roh-roh
jahat.
Selanjutnya, kebanyakan gereja
juga memiliki persediaan air suci
sehingga warga paroki dapat
mengambil air suci untuk dibawa
pulang. Sejumlah keluarga
Katolik menyiapkan wadah air
suci kecil pada pintu masuk
rumah/ setiap kamar; dan
olehnya keluarga diingatkan akan
rahmat pembaptisan yang
menguduskan dan
menyelamatkan.
Sumber: website Katolisitas
Showing posts with label about my faith. Show all posts
Showing posts with label about my faith. Show all posts
06 April 2013
16 December 2012
2012?apa macam?
Sekarang kita sudah pun dibulan disember 2012.dan masa yang diramalkan akan kiamat pun tinggal 6 hari.apa macam?
Ada sebarang tanda?ada? Adakah nampak dua matahari? dua bulan? Ada?mungkin kalau mabuk aramaiti moginum,mungkin boleh nampak.
Ada siapa-siapa nampak nibiru?
Tapi,apa yang saya lihat,seperti tiada apapun yang bakal berlaku jumaat 21 disember ini.baik bersedia untuk sambut Christmas daripada tunggu kiamat macam orang bodoh.kepada yang percaya ramalan kiamat 2012,baik insaf awal-awal atau anda akan malu sendiri.
Macam post diblog saya disember tahun 2011,saya cakap lagi disini.kita tidak akan tahu bila mahu kiamat.itu hanya Tuhan saja yang tahu.dan kebiasaan Tuhan ketika memberitahu bila,kita boleh baca di bible.bila betul-betul tinggal beberapa hari lagi.bukan macam stail ramalan kiamat,berapa haribulan berapa tahun berapa kiamat.yang kalendar maya mau habis tu,itu tiada kena-mengena pun.belum tentu itu maksudnya,terus buat kesimpulan yang dunia nak kiamat?
Mungkin benar tahunnya sedang di hitung sekarang.tapi kita manusia,boleh tahukah berapa tahun lagi?tidak semudah itu Tuhan akan memberitahu kita.berhabis kita kaji alkitab pun,kalau tujuan hanya untuk cari tarikh kiamat,sia-sia saja.
Memang saya akui.orang begini lebih menghafal alkitab berbanding saya yang jarang membacanya.tapi bila niatnya cuma sekadar ini,sama saja seperti ahli taurat dan farisi yang hanya membaca kitab tapi tidak memahaminya. tambah lagi dari sumber luar,lagilah tak boleh percaya.siap gelap 3 hari konon.
Lebih baik kita hidup sederhana daripada terlalu berlebihan.
MERRY CHRISTMAS TO ALL.
Ada sebarang tanda?ada? Adakah nampak dua matahari? dua bulan? Ada?mungkin kalau mabuk aramaiti moginum,mungkin boleh nampak.
Ada siapa-siapa nampak nibiru?
Tapi,apa yang saya lihat,seperti tiada apapun yang bakal berlaku jumaat 21 disember ini.baik bersedia untuk sambut Christmas daripada tunggu kiamat macam orang bodoh.kepada yang percaya ramalan kiamat 2012,baik insaf awal-awal atau anda akan malu sendiri.
Macam post diblog saya disember tahun 2011,saya cakap lagi disini.kita tidak akan tahu bila mahu kiamat.itu hanya Tuhan saja yang tahu.dan kebiasaan Tuhan ketika memberitahu bila,kita boleh baca di bible.bila betul-betul tinggal beberapa hari lagi.bukan macam stail ramalan kiamat,berapa haribulan berapa tahun berapa kiamat.yang kalendar maya mau habis tu,itu tiada kena-mengena pun.belum tentu itu maksudnya,terus buat kesimpulan yang dunia nak kiamat?
Mungkin benar tahunnya sedang di hitung sekarang.tapi kita manusia,boleh tahukah berapa tahun lagi?tidak semudah itu Tuhan akan memberitahu kita.berhabis kita kaji alkitab pun,kalau tujuan hanya untuk cari tarikh kiamat,sia-sia saja.
Memang saya akui.orang begini lebih menghafal alkitab berbanding saya yang jarang membacanya.tapi bila niatnya cuma sekadar ini,sama saja seperti ahli taurat dan farisi yang hanya membaca kitab tapi tidak memahaminya. tambah lagi dari sumber luar,lagilah tak boleh percaya.siap gelap 3 hari konon.
Lebih baik kita hidup sederhana daripada terlalu berlebihan.
MERRY CHRISTMAS TO ALL.
26 June 2012
Mengenang Salib:Mengenang Peristiwa.

Salib sememangnya lambang agama Kristian.tapi ada aliran yang mengaku Kristian tapi mempersoalkan penggunaan Salib pula.menurut mereka,Salib itu yang membunuh Yesus Kristus.jadi tak patut kita mengenang Yesus dengan menggunakan Salib?bahkan penggunaan Tanda Salib sebagai pembuka doa pun salah menurut mereka.
Saya seorang katolik.walaupun sekadar umat biasa,tetap rasa ada yang perlu diperbetulkan disini.
Ketika umat katolik buat tanda salib,yang disebut bukanlah "salib,salib,dan salib."(hahaha.)sebaliknya yang disebut adalah "atas nama Bapa,Putra,dan Roh Kudus." tanda salib hanya nama.bukan berdoa atas nama salib!kita memuliakan Tuhan yang Tritunggal ketika kita membuka doa dengan namaNya.
Demikian juga dengan penggunaan salib untuk mengenang Yesus Kristus.ada yang mempersoalkan.katanya,kalau misalnya keluarga kamu dibunuh orang dengan menggunakan alat tertentu,takkan kamu mau menggunakan alat pembunuh itu untuk mengenang dia?
Tapi disini,saya sebagai umat katolik,sekalipun hanya umat biasa,ingin menyatakan disini.ini salah!
Sebab 'mengenang ahli keluarga yang sudah mati,tidak sama seperti mengenang pengorbanan Yesus dikayu Salib!yang kita kenang bukan orang yang sudah mati disalibkan menggunakan salib.bukankah Tuhan Yesus sudah bangkit hidup semula selepas 3 hari?yang kita kenang adalah Peristiwa Pengorbanan Yesus Kristus Di Kayu Salib!yang kita kenang ialah PERISTIWA!!dan apa yang dapat diguna untuk mengenang Peristiwa tersebut kalau bukan Salib?dan salib adalah tradisi hukuman mati orang Roman zaman itu.(http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Crucifixion) bahkan,salah seorang santo disalib terbalik pun bukan tiang lurus? tetap bentuk palang juga?kan kejujuran itu penting?
Yesus Kristus tetap hidup untuk selama-lamanya.jangan mengenang Dia sebagai orang mati.kita sebagai umat Kristian patut tahu Yesus senantiasa berserta kita sampai akhir zaman.(Matius 28:20) jangan salah bandingkan Dia dengan ahli keluarga yang sudah mati!Yesus adalah Tuhan!
Sekarang kita tahu,kenapa kita gunakan Salib.kan?
Tambahan
Ada perbezaan di antara salib yang mempunyai tubuh Yesus atau salib ber-korpus berbanding salib yang kosong. Dan kenapa Katolik menggunakan salib yang ber-korpus.
Salib yang mempunyai tubuh Yesus atau salib ber-korpus , adalah simbol yang digunakan oleh Gereja Katolik, berbeza dengan beberapa denominasi Protestan, yang menggunakan hanya salib yang kosong. Sejak Missal Roman Pius V pada tahun 1570, penggunaan salib sebagai Palang Altar telah mandatori untuk misa Katolik.
Berdoa di hadapan salib ber- korpus adalah tanda kesetiaan umat Katolik, terutamanya apabila penyembahan umum di Gereja atau sebagai penyembahan secara pribadi (private devotion) di Chapel. Orang boleh duduk, berdiri, atau berlutut di depan salib, kadang- kadang membuat renungan diri , atau hanya berada di depan dengan kepala tunduk atau mata ditutup.
Perlu diingat bahawa Kristus memperolehi keselamatan kita dengan mati di atas salib. Salib dengan sendirinya hanya simbol penyaliban. Memang benar yang salib adalah simbol Kristian , tetapi kita perlu sentiasa ingat siapa yang berada di atas salib dan meninggal dunia di sana untuk kita. ""If Jesus isn't on the Cross any more, why have a Cross at all?" "We proclaim Christ crucified!" [1 Cor. 1:23] Salib yang kosong hanyalah, kosong, atau lebih tepat ; ia tidak lengkap. Salib tidak dengan sendirinya menebus kita. Kitab Suci memberitahu kita bahawa Yesus Kristus lah orangnya yang menebus kita di atas kayu salib. Penebusan kita adalah sangat bersifat peribadi kepada yang menebus (Yesus Kristus) dan yang ditebus (kita). Salib ber- korpus hanya menyampaikan mesej yang salib kosong tidak akan mampu menebus kita, tanpa adanya Yesus Kristus. Kita tidak berani untuk mengabaikan apa yang dialami oleh Yesus Kristus. Kita tidak berani untuk menghapuskan gambaran kesengsaraan Nya. Kita menyembah-Nya sebagaimana jelasnya tubuh badan-Nya yang berlumuran berdarah diatas salib. Salib yang kosong, hanya memperingatkan kita kepada alat yang digunakan oleh orang Rom sebagai kaedah pelaksanaan hukuman yang menyakitkan, di mana orang yang dihukum, diikat dan dipaku ke salib kayu yang besar dan dibiarkan tergantung sehingga mati. Dan sesiapa yang memaparkan salib, salib dengan tubuh Kristus, beliau menyembah Penebus kita, yang telah mengalami kematian yang menyakitkan untuk dosa- dosa kita. Amin.
God Bless all reader.
03 June 2012
TRITUNGGAL MENURUT PEMAHAMAN SAYA.

Maaf kalau post saya pada kali ini agak sukar untuk difahami.sebenarnya saya sendiri pun tidak berapa faham apa yang saya post kali ini.sebab ia tiba-tiba timbul difikiran saya seolah "dimasukkan oleh sesuatu."
Injil Yohanes 1:1-5 "pada mulanya adalah Firman;Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah Terang manusia.Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya."
Matius 28:19 "pergilah,jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Tritunggal.ini memang sukar difahami.sehingga ada yang terlalu pentingkan logika manusia tidak dapat menerimanya.kalau tiga katakanlah tiga.kalau satu maka satulah?
Ada pula yang membandingkan Tritunggal dengan anggota badan.macam tangan,kaki,kepala?kurang tepat.tapi ini bagus sikit sebab mencuba sedaya upaya menerimanya.ada yang terlalu anti langsung tidak mampu memahami.sebab mereka menganggap Tritunggal adalah kesalahan dalam matematik.buruknya!
Dan saya membaca dalam satu website katolik (kalau saya tidak silap katolisitas.org) memberi gambaran terlalu abstrak.lagu dan suara yang menyanyikannya.tepat tapi masih sukar difahami.
Sepatutnya zaman sekarang kita semakin tahu apa boleh digunakan sebagai perbandingan.kita masih keliru?kadang-kadang pengertian kita tentang "tiga dalam satu" lebih kepada campuran.jadi kita tidak tau bagaimana menyifatkan bila tiga dalam satu itu memang yang asal.
Sebab kita ingat Tuhan ni macam makhluknya juga.bila satu maka satulah Ia!tapi sekarang biar saya memberitahu anda.
Tuhan adalah KUASA.
Kita perhatikan saja lampu yang menyala bila ada elektrik?cuba fikirkan.elektrik adalah terdiri daripada cas + dan cas -.keduanya berbeza.tapi jika tiada salah satunya,adakah lampu itu akan menyala?tapi elektrik bukan campuran.kerana kedua-dua + dan - sudah ada semenjak elektrik ditemui.proton pun bukan neutron juga.tapi jika tiada salah satu?
Tuhan adalah kuasa.dan ada tiga peribadi dalam satu kuasa.sama macam dua kutub.atau dalam kes ini,tiga kutub berbeza membentuk satu kuasa.dan keadaanNya memang begitu dari mula lagi.Tuhan adalah kuasa.jadi apa peliknya ada tiga peribadi dalam kuasa itu?Tuhan bukan seperti makhluk yang terhad satu orang cuma satu peribadi.Tuhan adalah KUASA!
Macam juga masa?ada masalalu,masakini dan masadepan.tapi masa juga?
Itulah keunikan Tuhan Umat kristiani.sebab itulah kebanyakkan orang susah menerima bahawa Yesus Kristus adalah Firman Tuhan.dan Firman Tuhan tidak diciptakan,tapi ada semenjak kekekalan.kerana Bapa,Putra dan Roh Kudus adalah Tuhan!dan yang tidak memahamiNya,memenggal Tuhan dengan menganggap hanya peribadi yang satu saja adalah Tuhan manakala yang dua lagi bukan!
May God Bless all readers!
19 May 2012
Wawasan Siang: Ajaran Sesat Collyridianisme (Penyembahan terhadap Bunda Maria)
Hampir semua ajaran sesat yang
menyerang pada abad-abad
pertama Gereja Katolik berkaitan
dengan Tritunggal atau
Kristologi. Namun ajaran sesat
Collyridianisme berbeda. Ajaran
sesat ini berkaitan dengan
Mariologi di mana sekte
Collyridianis ini mengajarkan
penyembahan dan penuhanan
terhadap Bunda Maria.
Bidaah ini hadir pada sekitar
tahun 350-450 di wilayah Arabia.
Tidak diketahui siapa pendiri
sekte ini dan sedikit sekali
informasi yang bisa kita ketahui
sekarang tentang sekte ini. Selain
itu, tampaknya karena bidaah ini
hadir pertama-tama di Arabia,
maka orang-orang di sana
kemudian menyangka bahwa
Allah Tritunggal adalah Bapa,
Yesus Kristus dan Bunda Maria.
Sampai sekarang pun kita masih
bisa mendengar sangkaan seperti
ini.
Kesesatan Collyridian ini
sederhana: Mereka menyembah
Bunda Maria. Hal ini secara
langsung bertentangan dengan
pengajaran Gereja Katolik yang
mengutuk penyembahan berhala
yang juga telah dikutuk oleh
Allah sendiri: “Jangan ada
padamu allah lain di hadapan-
Ku.” (Kel 20:3; Ul 5:7) Devosi
terhadap Bunda Maria dalam
sekte ini kemudian
dikembangkan sebagai
Penyembahan (Idolatri/
Pemberhalaan) terhadap Bunda
Maria. Gereja Katolik memang
mengajarkan penghormatan
tinggi (hiperdulia) terhadap
Bunda Maria yang diyakini
Perawan Selamanya, Bunda Allah,
Pengantara Segala Rahmat, dll.
Tetapi sekte ini melewati batas
seharusnya dalam penghormatan
terhadap Bunda Maria sehingga
mereka malah jatuh kepada
penyembahan terhadap Bunda
Maria.
Detail mengenai Collyridianisme
ini sangat sedikit tetapi secara
spesifik kita bisa mengetahui
bahwa sekte ini
mempersembahkan Kurban
Ekaristi kepada Bunda Maria. Hal
ini bertentangan dengan Gereja
Katolik yang selalu
mempersembahkan Kurban
Ekaristi kepada Allah dan tidak
kepada yang lain termasuk
Bunda Maria. Illustrasinya
demikian: Dalam Doa Syukur
Agung I (Pertama) terdapat teks:
“Oleh karena itu ya Bapa, kami
mengenangkan Yesus Kristus,
Putera-Mu, yang telah menderita
bangkit dari alam maut dan naik
ke surga dengan mulia. Kami,
umat-Mu, mempersembahkan
kurban yang suci murni, yakni
Roti Kehidupan Abadi dan Piala
Keselamatan Kekal.”
Namun, dalam sekte ini, doa ini
digubah sedemikian rupa
sehingga kira-kira menjadi
demikian untuk menunjukkan
kurban Ekaristi dipersembahkan
kepada Bunda Maria,
“Oleh karena itu ya Bunda
Maria, kami mengenangkan Yesus
Kristus, Putera-Mu, yang telah
menderita bangkit dari alam
maut dan naik ke surga dengan
mulia. Kami, umat-Mu,
mempersembahkan kurban yang
suci murni, yakni Roti Kehidupan
Abadi dan Piala Keselamatan
Kekal.”
Para Bapa Gereja Katolik dengan
segera mengetahui keberadaan
ajaran sesat ini dan mereka
menolaknya. Tokoh terkemuka
penentang ajaran Collyridianisme
ini adalah Bapa Gereja Epifanius
(315-403), Uskup Salamis.
Epifanius terkenal sebagai orang
yang sangat terpelajar dan
pertapa suci. Ia adalah teman
dekat St. Hieronimus, seorang
Bapa Gereja Barat yang terkenal
yang menerjemahkan Kitab Suci
dari bahasa Yunani ke bahasa
Latin atas perintah Paus St.
Damasus I. Namun, Epifanius ini
adalah orang yang dikenal sangat
bertemperamen tinggi dan keras
sehingga tidak sedikit pula uskup
lain yang kesal terhadapnya.
Epifanius membuat tulisan
melawan ajaran sesat
Collyridianisme dalam buku
apologetiknya yang terkenal,
Panarion (artinya Kotak Obat-
obatan). Buku ini berisi
sanggahan-sanggahan Epifanius
terhadap lebih dari 80 jenis
ajaran sesat yang dia ketahui
pada zamannya. Dalam buku ini,
dia menyanggah dua ajaran sesat
ekstrim dan saling bertolak-
belakang mengenai Bunda Maria,
yaitu Collyridianisme (yang
menuhankan Bunda Maria) dan
Antidicomarianitisme, sebuah
sekte Arab yang merendahkan
dan melecehkan status dan
kebajikan Bunda Maria serta
mengklaim bahwa Bunda Maria
melakukan hubungan suami istri
dengan Yosef sehingga Bunda
Maria tidak dapat diyakini Yang
Tetap Perawan Selamanya. (bdk:
Panarion 78:1)
Anggota sekte Collyridianisme
adalah pertama-tama para
wanita yang mengembangkan
kombinasi sinkretistik antara
Tradisi Katolik dengan tradisi
pemujaan terhadap dewi-dewi
pagan. Epifanius menulis:
“Beberapa wanita di Arabia
telah memperkenalkan
pengajaran yang tak masuk akal
dari Thracia: [yaitu] bagaimana
mereka mempersembahkan
kurban roti dalam nama Maria
yang Perawan Selamanya, dan
semua [dari mereka] mengambil
bagian dalam roti
ini.” (Panarion 78:13).
Epifanius menekankan perbedaan
antara Bunda Maria dan Allah:
“Sekarang tubuh Bunda Maria
memang adalah suci, tetapi itu
bukanlah Allah; Perawan [Maria]
memang adalah seorang
perawan dan dihormati, tetapi ia
tidak diberikan bagi kita untuk
disembah, melainkan ia sendiri
menyembah Dia yang lahir dalam
daging dari ia. ... Menghormati
Maria, tetapi hendaklah Bapa,
Putera dan Roh Kudus disembah,
hendaklah tidak seorang pun
menyembah Maria, ... sekalipun
Maria adalah tercantik dan kudus
dan terhormat, tetapi ia ada
tidak untuk
disembah.” (Panarion 79:1,4)
Bersama Epifanius, kita dapat
berkata bahwa siapapun yang
menyembah Maria atau ciptaan
lainnya berarti telah melakukan
penyembahan berhala dan harus
ditegur. Kita sebaiknya melihat
ke dalam Kitab Suci, pada kasus
di mana malaikat menegur St.
Yohanes karena tindakannya
menyembah malaikat: “Maka
tersungkurlah aku di depan
kakinya untuk menyembah dia,
tetapi ia berkata kepadaku:
Janganlah berbuat demikian! Aku
adalah hamba, sama dengan
engkau dan saudara-saudaramu,
yang memiliki kesaksian Yesus.
Sembahlah Allah! ... ” (Wahyu
19:10) Tidak diragukan lagi
bahwa Santa Perawan Maria
sendiri akan berkata hal ini
kepada siapapun yang berusaha
menyembah dia.
Collyridianisme Modern
Collyridianisme dapat dilihat
sekarang dalam berbagai bentuk.
Kelompok “Hiper-Marian” dan
para penulis yang terlalu
meninggikan Bunda Maria dan
sangat fokus terhadapnya
sehingga tidak jarang
mengecualikan Kristus dapat
dikatakan bersalah atas usaha
penyembahan berhala atau
pemuliaan Maria melebihi Kristus.
Di samping itu, muncul pula
gerakan feminisme modern yang
memuja seorang wanita sebagai
yang ilahi dan berusaha
menggambarkan kembali Allah
dalam konteks dan istilah feminis
seperti beberapa kelompok
wanita Korea di Bandung yang
menyebutkan “Allah itu ibu
kita.” dsb.
Di samping itu, devosi yang
berlebihan oleh umat Katolik
dapat dianggap penyembahan
berhala. Contoh sederhana ketika
kita lebih memilih duduk berdoa
Rosario di gua Maria ketimbang
melaksanakan kewajiban kita
mengikuti Perayaan Ekaristi pada
hari Minggu. Dapat pula devosi
berlebihan ini ditunjukkan oleh
gelar dan ucapan kita kepada
Bunda Maria. Tidak jarang kita
mendengar umat Katolik
menyebutkan, “Bunda Maria,
sumber segala rahmat,
ampunilah dosa kami.” Padahal,
Sumber Segala Rahmat itu adalah
Allah sendiri sedangkan Bunda
Maria hanya dapat digelari
Pengantara Segala Rahmat
karena mengandung Yesus,
Putera Allah, Sumber Segala
Rahmat itu sendiri. Juga, kita
tidak bisa memohon ampun dosa
kepada Bunda Maria karena
Bunda Maria tidak punya hak
untuk itu. Kita dapat meminta
Bunda Maria mendoakan kita
atau melindungi kita, tetapi
meminta ampun dosa tidak
dapat kita lakukan kepada Bunda
Maria.
Gereja Katolik dalam usaha
mencegah devosi berlebihan dan
keliru ini, menetapkan agar
semua buku doa dan buku devosi
mendapatkan Nihil Obstat dan
Imprimatur dari hierarki
setempat sehingga ada jaminan
aman untuk digunakan oleh
umat Katolik dan umat Katolik
dapat mengetahui gelar apa dan
ucapan apa yang diperbolehkan
untuk kita berikan terhadap
Bunda Maria. Hal ini juga untuk
menunjukkan kepada umat non-
Kristen Katolik bahwa Gereja
Katolik tidak menyembah Bunda
Maria seperti yang dilakukan oleh
Collyridianis. Juga, umat Katolik
dapat berargumen membela
ajaran Gereja bahwa Katolik tidak
menyembah Bunda Maria dengan
menunjukkan fakta bahwa
Ekaristi, Puncak Kehidupan orang
Katolik, hanya dapat
dipersembahkan kepada Allah,
tidak kepada Bunda Maria.
Pax et Bonum. Artikel ini ditulis
oleh Indonesian Papist untuk
memperingati Bulan Maria, Mei
2012.
Referensi:
Collyridianism oleh Patrick
Madrid dalam Majalah Katolik,
“This Rock” edisi tahun 1994
yang diterbitkan di Amerika
Serikat.
menyerang pada abad-abad
pertama Gereja Katolik berkaitan
dengan Tritunggal atau
Kristologi. Namun ajaran sesat
Collyridianisme berbeda. Ajaran
sesat ini berkaitan dengan
Mariologi di mana sekte
Collyridianis ini mengajarkan
penyembahan dan penuhanan
terhadap Bunda Maria.
Bidaah ini hadir pada sekitar
tahun 350-450 di wilayah Arabia.
Tidak diketahui siapa pendiri
sekte ini dan sedikit sekali
informasi yang bisa kita ketahui
sekarang tentang sekte ini. Selain
itu, tampaknya karena bidaah ini
hadir pertama-tama di Arabia,
maka orang-orang di sana
kemudian menyangka bahwa
Allah Tritunggal adalah Bapa,
Yesus Kristus dan Bunda Maria.
Sampai sekarang pun kita masih
bisa mendengar sangkaan seperti
ini.
Kesesatan Collyridian ini
sederhana: Mereka menyembah
Bunda Maria. Hal ini secara
langsung bertentangan dengan
pengajaran Gereja Katolik yang
mengutuk penyembahan berhala
yang juga telah dikutuk oleh
Allah sendiri: “Jangan ada
padamu allah lain di hadapan-
Ku.” (Kel 20:3; Ul 5:7) Devosi
terhadap Bunda Maria dalam
sekte ini kemudian
dikembangkan sebagai
Penyembahan (Idolatri/
Pemberhalaan) terhadap Bunda
Maria. Gereja Katolik memang
mengajarkan penghormatan
tinggi (hiperdulia) terhadap
Bunda Maria yang diyakini
Perawan Selamanya, Bunda Allah,
Pengantara Segala Rahmat, dll.
Tetapi sekte ini melewati batas
seharusnya dalam penghormatan
terhadap Bunda Maria sehingga
mereka malah jatuh kepada
penyembahan terhadap Bunda
Maria.
Detail mengenai Collyridianisme
ini sangat sedikit tetapi secara
spesifik kita bisa mengetahui
bahwa sekte ini
mempersembahkan Kurban
Ekaristi kepada Bunda Maria. Hal
ini bertentangan dengan Gereja
Katolik yang selalu
mempersembahkan Kurban
Ekaristi kepada Allah dan tidak
kepada yang lain termasuk
Bunda Maria. Illustrasinya
demikian: Dalam Doa Syukur
Agung I (Pertama) terdapat teks:
“Oleh karena itu ya Bapa, kami
mengenangkan Yesus Kristus,
Putera-Mu, yang telah menderita
bangkit dari alam maut dan naik
ke surga dengan mulia. Kami,
umat-Mu, mempersembahkan
kurban yang suci murni, yakni
Roti Kehidupan Abadi dan Piala
Keselamatan Kekal.”
Namun, dalam sekte ini, doa ini
digubah sedemikian rupa
sehingga kira-kira menjadi
demikian untuk menunjukkan
kurban Ekaristi dipersembahkan
kepada Bunda Maria,
“Oleh karena itu ya Bunda
Maria, kami mengenangkan Yesus
Kristus, Putera-Mu, yang telah
menderita bangkit dari alam
maut dan naik ke surga dengan
mulia. Kami, umat-Mu,
mempersembahkan kurban yang
suci murni, yakni Roti Kehidupan
Abadi dan Piala Keselamatan
Kekal.”
Para Bapa Gereja Katolik dengan
segera mengetahui keberadaan
ajaran sesat ini dan mereka
menolaknya. Tokoh terkemuka
penentang ajaran Collyridianisme
ini adalah Bapa Gereja Epifanius
(315-403), Uskup Salamis.
Epifanius terkenal sebagai orang
yang sangat terpelajar dan
pertapa suci. Ia adalah teman
dekat St. Hieronimus, seorang
Bapa Gereja Barat yang terkenal
yang menerjemahkan Kitab Suci
dari bahasa Yunani ke bahasa
Latin atas perintah Paus St.
Damasus I. Namun, Epifanius ini
adalah orang yang dikenal sangat
bertemperamen tinggi dan keras
sehingga tidak sedikit pula uskup
lain yang kesal terhadapnya.
Epifanius membuat tulisan
melawan ajaran sesat
Collyridianisme dalam buku
apologetiknya yang terkenal,
Panarion (artinya Kotak Obat-
obatan). Buku ini berisi
sanggahan-sanggahan Epifanius
terhadap lebih dari 80 jenis
ajaran sesat yang dia ketahui
pada zamannya. Dalam buku ini,
dia menyanggah dua ajaran sesat
ekstrim dan saling bertolak-
belakang mengenai Bunda Maria,
yaitu Collyridianisme (yang
menuhankan Bunda Maria) dan
Antidicomarianitisme, sebuah
sekte Arab yang merendahkan
dan melecehkan status dan
kebajikan Bunda Maria serta
mengklaim bahwa Bunda Maria
melakukan hubungan suami istri
dengan Yosef sehingga Bunda
Maria tidak dapat diyakini Yang
Tetap Perawan Selamanya. (bdk:
Panarion 78:1)
Anggota sekte Collyridianisme
adalah pertama-tama para
wanita yang mengembangkan
kombinasi sinkretistik antara
Tradisi Katolik dengan tradisi
pemujaan terhadap dewi-dewi
pagan. Epifanius menulis:
“Beberapa wanita di Arabia
telah memperkenalkan
pengajaran yang tak masuk akal
dari Thracia: [yaitu] bagaimana
mereka mempersembahkan
kurban roti dalam nama Maria
yang Perawan Selamanya, dan
semua [dari mereka] mengambil
bagian dalam roti
ini.” (Panarion 78:13).
Epifanius menekankan perbedaan
antara Bunda Maria dan Allah:
“Sekarang tubuh Bunda Maria
memang adalah suci, tetapi itu
bukanlah Allah; Perawan [Maria]
memang adalah seorang
perawan dan dihormati, tetapi ia
tidak diberikan bagi kita untuk
disembah, melainkan ia sendiri
menyembah Dia yang lahir dalam
daging dari ia. ... Menghormati
Maria, tetapi hendaklah Bapa,
Putera dan Roh Kudus disembah,
hendaklah tidak seorang pun
menyembah Maria, ... sekalipun
Maria adalah tercantik dan kudus
dan terhormat, tetapi ia ada
tidak untuk
disembah.” (Panarion 79:1,4)
Bersama Epifanius, kita dapat
berkata bahwa siapapun yang
menyembah Maria atau ciptaan
lainnya berarti telah melakukan
penyembahan berhala dan harus
ditegur. Kita sebaiknya melihat
ke dalam Kitab Suci, pada kasus
di mana malaikat menegur St.
Yohanes karena tindakannya
menyembah malaikat: “Maka
tersungkurlah aku di depan
kakinya untuk menyembah dia,
tetapi ia berkata kepadaku:
Janganlah berbuat demikian! Aku
adalah hamba, sama dengan
engkau dan saudara-saudaramu,
yang memiliki kesaksian Yesus.
Sembahlah Allah! ... ” (Wahyu
19:10) Tidak diragukan lagi
bahwa Santa Perawan Maria
sendiri akan berkata hal ini
kepada siapapun yang berusaha
menyembah dia.
Collyridianisme Modern
Collyridianisme dapat dilihat
sekarang dalam berbagai bentuk.
Kelompok “Hiper-Marian” dan
para penulis yang terlalu
meninggikan Bunda Maria dan
sangat fokus terhadapnya
sehingga tidak jarang
mengecualikan Kristus dapat
dikatakan bersalah atas usaha
penyembahan berhala atau
pemuliaan Maria melebihi Kristus.
Di samping itu, muncul pula
gerakan feminisme modern yang
memuja seorang wanita sebagai
yang ilahi dan berusaha
menggambarkan kembali Allah
dalam konteks dan istilah feminis
seperti beberapa kelompok
wanita Korea di Bandung yang
menyebutkan “Allah itu ibu
kita.” dsb.
Di samping itu, devosi yang
berlebihan oleh umat Katolik
dapat dianggap penyembahan
berhala. Contoh sederhana ketika
kita lebih memilih duduk berdoa
Rosario di gua Maria ketimbang
melaksanakan kewajiban kita
mengikuti Perayaan Ekaristi pada
hari Minggu. Dapat pula devosi
berlebihan ini ditunjukkan oleh
gelar dan ucapan kita kepada
Bunda Maria. Tidak jarang kita
mendengar umat Katolik
menyebutkan, “Bunda Maria,
sumber segala rahmat,
ampunilah dosa kami.” Padahal,
Sumber Segala Rahmat itu adalah
Allah sendiri sedangkan Bunda
Maria hanya dapat digelari
Pengantara Segala Rahmat
karena mengandung Yesus,
Putera Allah, Sumber Segala
Rahmat itu sendiri. Juga, kita
tidak bisa memohon ampun dosa
kepada Bunda Maria karena
Bunda Maria tidak punya hak
untuk itu. Kita dapat meminta
Bunda Maria mendoakan kita
atau melindungi kita, tetapi
meminta ampun dosa tidak
dapat kita lakukan kepada Bunda
Maria.
Gereja Katolik dalam usaha
mencegah devosi berlebihan dan
keliru ini, menetapkan agar
semua buku doa dan buku devosi
mendapatkan Nihil Obstat dan
Imprimatur dari hierarki
setempat sehingga ada jaminan
aman untuk digunakan oleh
umat Katolik dan umat Katolik
dapat mengetahui gelar apa dan
ucapan apa yang diperbolehkan
untuk kita berikan terhadap
Bunda Maria. Hal ini juga untuk
menunjukkan kepada umat non-
Kristen Katolik bahwa Gereja
Katolik tidak menyembah Bunda
Maria seperti yang dilakukan oleh
Collyridianis. Juga, umat Katolik
dapat berargumen membela
ajaran Gereja bahwa Katolik tidak
menyembah Bunda Maria dengan
menunjukkan fakta bahwa
Ekaristi, Puncak Kehidupan orang
Katolik, hanya dapat
dipersembahkan kepada Allah,
tidak kepada Bunda Maria.
Pax et Bonum. Artikel ini ditulis
oleh Indonesian Papist untuk
memperingati Bulan Maria, Mei
2012.
Referensi:
Collyridianism oleh Patrick
Madrid dalam Majalah Katolik,
“This Rock” edisi tahun 1994
yang diterbitkan di Amerika
Serikat.
08 April 2012
PASKAH
Paskah, suatu perayaan untuk mengenang kebangkitan Kristus merupakan suatu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan orang kristen. Gereja di seluruh dunia merayakan kemenangan Kristus atas maut, dengan doa dan pujian kemenangan. Jika Natal menandai kelahiran Kristus sebagai anak Allah yang turun ke bumi, Paskah merayakan kebangkitanNya. Kata Paskah yang diterjemahkan dari bahasa Inggris "Easter" berasal dari festival bangsa Titanic, yang merayakan datangnya musim semi tiap tahun dan disebut "Eastur"; "Paques" dalam bahasa
Perancis; "Pasqua", dalam bahasa Italia; "Pascua" dalam bahasa Spanyol; "Pascha" dalam bahasa Yunani dan "Paaske" dalam bahasa Norwegia. Semua kata di atas berasal dari bahasa Ibrani, "Pesah",sebuah pesta bangsa Yahudi yang dirayakan pada malam bulan purnama muncul pertama kali di musim semi. Pesta yang dalam bahasa Inggris disebut "Passover" ini menandai pembebasan bangsa Israel dari Mesir yang memperbudak mereka. Malaikat kematian dikirim Allah untuk membunuh anak pertama dari bangsa Mesir yang tak mau melepas bangsa Israel keluar dari Mesir. Malaikat tersebut melewati (pass over) rumah- rumah orang Yahudi tanpa membunuh anak-anak mereka. Pada masa kini, Paskah dirayakan antara tanggal 22 Maret dan 25 April, yang selalu jatuh pada hari minggu.
Hari raya Paskah mengakhiri masa
persiapan Paskah selama 40 hari, yang dilalui dengan
doa dan puasa, mengenang minggu-minggu sengsara Kristus (Lent). Minggu-minggu sengsara ini dimulai dengan Rabu Abu (Ash Wednesday) dan berakhir pada Sabtu suci (Holy Saturday), sehari sebelum Paskah. Umat Katolik membubuhkan tanda salib di dahinya dengan abu, sebagai tanda berduka cita atas dosa-dosanya. Sedangkan minggu- minggu sengsara dimaksudkan untuk mengenang masa puasa Kristus di padang gurun selama 40 hari sebelum memulai misinya di dunia. Umat Katolik mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan menahan diri tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan atau memakan makanan kesukaannya pada waktu minggu sengsara. Minggu terakhir sebelum Paskah, dimulai dengan Minggu Palma (Palm Sunday) hingga hari minggu Paskah, disebut sebagai minggu suci (Holy week). Selama minggu suci, umat kristen mengenang hari-hari terakhir Kristus di bumi."Minggu palma memperingati masuknya Kristus ke Yerusalem dengan menunggang keledai, disambut dengan daun palma oleh khalayak ramai. Di banyak gereja, umat kristen membawa pulang daun palma untuk dihias di rumah mereka.
Dalam minggu suci ada beberapa rangkaian perayaan pra-Paskah yang dilakukan terutama oleh umat Katolik, antara lain Kamis suci , Jumat Agung dan Sabtu suci. Kamis
suci (Holy Thursday, Green Thursday, Maundy Thursday, Pure or Clean Thursday) memperingati "makan malam terakhir Kristus" (Last Supper). Sedangkan Jumat agung (Good Friday) mengantar kematian Kristus melalui penyaliban. Tiga hari kemudian, pada hari minggu, Kristus bangkit, dan itulah Paskah. Berakhirlah minggu-minggu sengsara digantikan sorak kemenangan.
Rayakan kebangkitan Yesus!God Bless all! : )
Perancis; "Pasqua", dalam bahasa Italia; "Pascua" dalam bahasa Spanyol; "Pascha" dalam bahasa Yunani dan "Paaske" dalam bahasa Norwegia. Semua kata di atas berasal dari bahasa Ibrani, "Pesah",sebuah pesta bangsa Yahudi yang dirayakan pada malam bulan purnama muncul pertama kali di musim semi. Pesta yang dalam bahasa Inggris disebut "Passover" ini menandai pembebasan bangsa Israel dari Mesir yang memperbudak mereka. Malaikat kematian dikirim Allah untuk membunuh anak pertama dari bangsa Mesir yang tak mau melepas bangsa Israel keluar dari Mesir. Malaikat tersebut melewati (pass over) rumah- rumah orang Yahudi tanpa membunuh anak-anak mereka. Pada masa kini, Paskah dirayakan antara tanggal 22 Maret dan 25 April, yang selalu jatuh pada hari minggu.
Hari raya Paskah mengakhiri masa
persiapan Paskah selama 40 hari, yang dilalui dengan
doa dan puasa, mengenang minggu-minggu sengsara Kristus (Lent). Minggu-minggu sengsara ini dimulai dengan Rabu Abu (Ash Wednesday) dan berakhir pada Sabtu suci (Holy Saturday), sehari sebelum Paskah. Umat Katolik membubuhkan tanda salib di dahinya dengan abu, sebagai tanda berduka cita atas dosa-dosanya. Sedangkan minggu- minggu sengsara dimaksudkan untuk mengenang masa puasa Kristus di padang gurun selama 40 hari sebelum memulai misinya di dunia. Umat Katolik mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan menahan diri tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan atau memakan makanan kesukaannya pada waktu minggu sengsara. Minggu terakhir sebelum Paskah, dimulai dengan Minggu Palma (Palm Sunday) hingga hari minggu Paskah, disebut sebagai minggu suci (Holy week). Selama minggu suci, umat kristen mengenang hari-hari terakhir Kristus di bumi."Minggu palma memperingati masuknya Kristus ke Yerusalem dengan menunggang keledai, disambut dengan daun palma oleh khalayak ramai. Di banyak gereja, umat kristen membawa pulang daun palma untuk dihias di rumah mereka.
Dalam minggu suci ada beberapa rangkaian perayaan pra-Paskah yang dilakukan terutama oleh umat Katolik, antara lain Kamis suci , Jumat Agung dan Sabtu suci. Kamis
suci (Holy Thursday, Green Thursday, Maundy Thursday, Pure or Clean Thursday) memperingati "makan malam terakhir Kristus" (Last Supper). Sedangkan Jumat agung (Good Friday) mengantar kematian Kristus melalui penyaliban. Tiga hari kemudian, pada hari minggu, Kristus bangkit, dan itulah Paskah. Berakhirlah minggu-minggu sengsara digantikan sorak kemenangan.
Rayakan kebangkitan Yesus!God Bless all! : )
06 April 2012
Renungan Hari Jumaat Agung: YESUS TELAH WAFAT
Hari ini Yohanes, Sang Penginjil
mengetengahkan pemenuhan segala
yang tertulis mengenai Hamba Allah
yang menderita dan janji Allah tentang
penyelamatan.
Yesus memanggil ibu-Nya dan
menyuruh murid-murid-Nya memanggil
ibu-Nya sebagai ibu mereka sendiri.
Lebih jelas lagi dalam terjemahan
bahasa Inggeris, Yesus memanggil ibu-
Nya sebagai ‘perempuan’. Hal ini mengingatkan kita Hawa, wanita
pertama yang dicipta Allah (Kej 3-4),
serta nubuat bahawa anaknya akan
menghancurkan kepala ular (Kej 3:15).
Melalui karya penyelamatan-Nya di
salib, Yesus secara tidak langsung menyatakan bahawa ibu-Nya adalah
merupakan Hawa Baru dan Dia sendiri
adalah Adam baru. Pendek kata, Maria
adalah wanita yang telah melahirkan
Sang Penyelamat yang melalui salib
telah mengalahkan kuasa syaitan yang diwakili oleh ular tersebut.
Yesus menyatakan kehausan-Nya,
“Aku haus” (ay 28), mengingatkan
kita tentang nubuat bahawa Allah akan
menawarkan makanan yang berkhasiat
kepada orang-orang Israel dalam masa
pembuangan (Yes 5:1). Masa telah tiba untuk menyempurnakan karya
penyelamatan yang dinubuatkan dalam
Perjanjian Lama dan dipercayakan
kepada Yesus oleh Bapa-Nya. Yesus
haus akan penyempurnaan tersebut.
Para askar mencucukkan bunga karang
yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu
memberikannya pada Yesus,
mengingatkan kita akan kata-kata
pemazmur: “Pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur
asam” (Mzm 22).
Yesus menundukkan kepala dan tangan-
Nya ke atas Roh, mengingatkan kita
tentang nubuat Yehezkiel tentang
penubuhan suatu perjanjian apabila
Allah memberikan umat Israel hati dan
roh yang baru (Yeh 36:26-27). Kematian Yesus memulakan perjanjian baru
apabila umat Allah yang baru itu
memperolehi hati dan roh yang baru,
yang membolehkan mereka betul-betul
jujur kepada Allah.
Para askar yang melihat Yesus sudah
meninggal, tidak mematahkan kaki
Yesus seperti kebiasaan yang dilakukan
terhadap orang yang di salib waktu itu.
Hal ini mengingatkan kita bahawa
tulang domba Paska tidak boleh dipatahkan (Kel 12:46, Bil 9:12). Dengan
demikian Yesus adalah Domba Paska
bagi keluaran yang baru, suatu domba-
domba yang baru yang darah-Nya
dipercikkan di pintu baru – iaitu salib.
Malaikat maut menyelamatkan umat Allah daripada kematian dengan
melewati mereka. Sebaliknya kematian
Yesus pula mengumumkan bermulanya
suatu keluaran baru, yang kali ini
dibebaskan daripada dosa, kematian
dan pemberontakan terhadap Allah.
Seorang askar menikam rusuk Yesus
dengan tombak dan segera mengalir
keluar darah dan air. Hal ini
mengingatkan kita tentang penglihatan
Yehezkiel tentang sungai yang datang
dari ambang bait Suci, yang membuat tanah tersebut subur (Yeh 47:1). Yesus
adalah Bait Allah yang baru, yang
memberi rahmat berlimpah kepada
umat yang setia. Dialah merupakan
sumber pengampunan bagi Israel yang
baru dan sumber sungai yang mengalirkan air kehidupan (Yoh 7:37).
Sesungguhnya Yesus adalah
penyempurnaan nubuat-nubuat,
penglihatan dan wahyu tentang Allah
serta cara-cara Dia mengendalikan kita,
umat pilihan-Nya yang baru.
Dari pihak kita, kita hanya mampu
mengucapkan syukur pada-Mu ya
Tuhan, dan ampunilah kami orang lemah
ini. Amin!
Sumber:Keningaudiocese.org
mengetengahkan pemenuhan segala
yang tertulis mengenai Hamba Allah
yang menderita dan janji Allah tentang
penyelamatan.
Yesus memanggil ibu-Nya dan
menyuruh murid-murid-Nya memanggil
ibu-Nya sebagai ibu mereka sendiri.
Lebih jelas lagi dalam terjemahan
bahasa Inggeris, Yesus memanggil ibu-
Nya sebagai ‘perempuan’. Hal ini mengingatkan kita Hawa, wanita
pertama yang dicipta Allah (Kej 3-4),
serta nubuat bahawa anaknya akan
menghancurkan kepala ular (Kej 3:15).
Melalui karya penyelamatan-Nya di
salib, Yesus secara tidak langsung menyatakan bahawa ibu-Nya adalah
merupakan Hawa Baru dan Dia sendiri
adalah Adam baru. Pendek kata, Maria
adalah wanita yang telah melahirkan
Sang Penyelamat yang melalui salib
telah mengalahkan kuasa syaitan yang diwakili oleh ular tersebut.
Yesus menyatakan kehausan-Nya,
“Aku haus” (ay 28), mengingatkan
kita tentang nubuat bahawa Allah akan
menawarkan makanan yang berkhasiat
kepada orang-orang Israel dalam masa
pembuangan (Yes 5:1). Masa telah tiba untuk menyempurnakan karya
penyelamatan yang dinubuatkan dalam
Perjanjian Lama dan dipercayakan
kepada Yesus oleh Bapa-Nya. Yesus
haus akan penyempurnaan tersebut.
Para askar mencucukkan bunga karang
yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu
memberikannya pada Yesus,
mengingatkan kita akan kata-kata
pemazmur: “Pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur
asam” (Mzm 22).
Yesus menundukkan kepala dan tangan-
Nya ke atas Roh, mengingatkan kita
tentang nubuat Yehezkiel tentang
penubuhan suatu perjanjian apabila
Allah memberikan umat Israel hati dan
roh yang baru (Yeh 36:26-27). Kematian Yesus memulakan perjanjian baru
apabila umat Allah yang baru itu
memperolehi hati dan roh yang baru,
yang membolehkan mereka betul-betul
jujur kepada Allah.
Para askar yang melihat Yesus sudah
meninggal, tidak mematahkan kaki
Yesus seperti kebiasaan yang dilakukan
terhadap orang yang di salib waktu itu.
Hal ini mengingatkan kita bahawa
tulang domba Paska tidak boleh dipatahkan (Kel 12:46, Bil 9:12). Dengan
demikian Yesus adalah Domba Paska
bagi keluaran yang baru, suatu domba-
domba yang baru yang darah-Nya
dipercikkan di pintu baru – iaitu salib.
Malaikat maut menyelamatkan umat Allah daripada kematian dengan
melewati mereka. Sebaliknya kematian
Yesus pula mengumumkan bermulanya
suatu keluaran baru, yang kali ini
dibebaskan daripada dosa, kematian
dan pemberontakan terhadap Allah.
Seorang askar menikam rusuk Yesus
dengan tombak dan segera mengalir
keluar darah dan air. Hal ini
mengingatkan kita tentang penglihatan
Yehezkiel tentang sungai yang datang
dari ambang bait Suci, yang membuat tanah tersebut subur (Yeh 47:1). Yesus
adalah Bait Allah yang baru, yang
memberi rahmat berlimpah kepada
umat yang setia. Dialah merupakan
sumber pengampunan bagi Israel yang
baru dan sumber sungai yang mengalirkan air kehidupan (Yoh 7:37).
Sesungguhnya Yesus adalah
penyempurnaan nubuat-nubuat,
penglihatan dan wahyu tentang Allah
serta cara-cara Dia mengendalikan kita,
umat pilihan-Nya yang baru.
Dari pihak kita, kita hanya mampu
mengucapkan syukur pada-Mu ya
Tuhan, dan ampunilah kami orang lemah
ini. Amin!
Sumber:Keningaudiocese.org
04 April 2012
HIKMAT PENDERITAAN BERSAMA KRISTUS
Orang-orang yang baik mengalami
penderitaan tetapi orang-orang yang
jahat pun sama mengalaminya juga.
Orang-orang yang jauh dari Tuhan,
menderita. Namun orang-orang yang
dekat dengan Tuhan malah lebih menderita lagi. Penderitaan datang dan
melanda semua orang tanpa membeza-
bezakan. Kejahatan mengundang kesengsaraan,
tetapi pada masa yang sama, keadilan
pun tidak dapat menghalang
kesangsaraan. Menjauhkan diri dari
Tuhan akan mendekatkan kita pada
kesengsaraan, namun kedekatan kita dengan Tuhan pun tidak dapat
menjauhkan kita dari kesengsaraan.
Nampaknya kita berhadapan dengan
keseluruhan isu persoalan tentang
kesengsaraan dengan hanya satu
soalan yang nampaknya tidak
berkesudahan – “Mengapa?” Agak
mudah bagi kita menerima kenyataan bagi orang-orang yang memang jahat.
Tetapi jika yang ditimpa penderitaan itu
adalah orang yang baik, lalu timbul
persoalan – “Mengapa dia?” Tetapi
jika kita sendiri mengalami penderitaan
tersebut, maka kita seakan-akan berteriak, “Mengapa saya pula?!”
Mengapa tidak? Bukankah Yesus sendiri
pun pernah mengalami penderitaan,
malah sampai mati di kayu salib? Ini
bererti penderitaan itu sebenarnya
bukanlah suatu sumpahan. Ianya boleh
bererti sebagai akibat daripada dosa kita. Namun demikian, ianya bukan pula
sebagai suatu hukuman. Sebab, tidak
ada seorang pun yang dihukum oleh
Tuhan, kerana Dia sendiri telah
menderita di kayu salib untuk
keselamatan kita. Sewaktu anda mengalami pelbagai
tekanan hidup, apakah anda
menganggapnya sebagai hukuman
Tuhan? Tetapi percayalah segala bentuk
tekanan hidup tersebut hanyalah
sebagai proses pemulihan bagi kita agar lebih hidup sesuai dengan kehendak
Tuhan. Bayangkanlah anda sebagai
pohon. Mungkin anda mengalami
dipangkas, dibuang dahan, daun serta
bunga dan buah yang berlebihan. Itu
bererti anda bukan dihukum, tetapi ada tujuan tertentu daripada pemilik pohon
tersebut – supaya kita tumbuh subur
dan berbuah banyak walaupun
menderita seketika. Nabi Ayub dan Tuhan Yesus adalah
orang-orang yang tidak bersalah,
namun kedua-duanya mengalami
penderitaan yang luar biasa. Namun
kedua-duanya tidak pernah menjadi
hamba kepada sebarang penderitaan yang mereka hadapi. Memang Ayub
pernah juga mempersoalkan
kesengsaraannya pada Tuhan, tetapi dia
tetap beriman teguh kepada Tuhan.
Demikian juga Yesus, Dia pernah
memohon kepada Allah Bapa-Nya agar penderitaan yang dipikul-Nya itu
dijauhkan daripada-Nya. Tetapi akhirnya
Dia tetap menyerahkan Roh-Nya kepada
Allah Bapa. Menderita atau tidak, itu bukanlah
pilihan kita sendiri, sebab kita sangat
terbatas dan sangat berharap pada
pertolongan Tuhan. Kita semua
mengalami pelbagai bentuk
kesengsaraan yang memang kita tidak ingini. Misalnya, ada orang yang
mengalami kesengsaraan secara
singkat, ada juga yang mengambil masa
agak lama. Ada yang biasa-biasa
sahaja, ada juga yang mengalami
sangat luar biasa hebatnya. Apapun, kita perlu bersedia menghadapinya
kerana cepat atau lambat, pasti kita
akan mengalaminya juga.
Persoalannya, mengapa penderitaan itu
menimpa Nabi Ayub, Paulus, Yesus dan
saya? Apakah ada orang lain yang
terhindar daripada kesengsaraan hidup
ini? Ya, memang tidak ada siapapun
yang terhindar dari penderitaan – Ibu Maria pun tidak! Oleh kerana kesengsaraan merupakan
sebahagian daripada hidup kita, maka
ianya merupakan suatu panggilan yang
suci. Ianya suatu panggilan yang serupa
dengan panggilan Yesus, Sang Hamba
yang menderita itu. Suatu panggilan untuk bersama Yesus di kayu salib dan
komitmen untuk tetap setia bersama
Yesus, baik dalam masa suka mahupun
dalam masa duka. Sama ada kita mahu hidup sengsara
bersendirian, atau memilih hidup
sengsara bersama Yesus, bukan
merupakan masalah. Tetapi jika kita
serahkan penderitaan kita kepada
Kristus, maka ianya akan berubah menjadi suatu berkat dan kesempatan
yang baru. Jadi, mengapa kita tidak
memilih hidup menderita bersama
Yesus daripada menderita secara
bersendirian yang akhirnya membawa
akibat yang negatif, misalnya mulai berangan-angan untuk mengambil jalan
pintas iaitu bunuh diri. Salib Yesus tidak pernah menyelesaikan
kesengsaraan manusia. Kita pun tahu
bahawa kesengsaraan itu sendiri tidak
pernah menjadi masalah yang harus
diatasi. Sebab kesengsaraan itu
merupakan suatu misteri kehidupan yang memerlukan kesedaran kita.
Maka melalui salib Yesus, kesengsaraan
manusia itu diletakkan di dalam
keadaan di mana manusia itu menerima
secara sedar, bukan hanya
penyembuhan, tetapi juga pengalaman peribadi terhadap Yesus Kristus, Sang
Penyembuh batin itu. Maka bagi kita yang mengalami
keadaan sengsara, akan menjadi agen
penyembuh walaupun kita sendiri
mengalami luka-luka kesengsaraan
tersebut. Sebab walaupun kita dalam
keadaan sengsara, namun kita mempunyai kedamaian di hati,
mengingat Yesus sentiasa bersama kita,
dan sentiasa berpesan, “Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan
berbeban berat,” kata-Nya, “Aku
akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mt 11:24)
Sumber:keningaudiocese.org
penderitaan tetapi orang-orang yang
jahat pun sama mengalaminya juga.
Orang-orang yang jauh dari Tuhan,
menderita. Namun orang-orang yang
dekat dengan Tuhan malah lebih menderita lagi. Penderitaan datang dan
melanda semua orang tanpa membeza-
bezakan. Kejahatan mengundang kesengsaraan,
tetapi pada masa yang sama, keadilan
pun tidak dapat menghalang
kesangsaraan. Menjauhkan diri dari
Tuhan akan mendekatkan kita pada
kesengsaraan, namun kedekatan kita dengan Tuhan pun tidak dapat
menjauhkan kita dari kesengsaraan.
Nampaknya kita berhadapan dengan
keseluruhan isu persoalan tentang
kesengsaraan dengan hanya satu
soalan yang nampaknya tidak
berkesudahan – “Mengapa?” Agak
mudah bagi kita menerima kenyataan bagi orang-orang yang memang jahat.
Tetapi jika yang ditimpa penderitaan itu
adalah orang yang baik, lalu timbul
persoalan – “Mengapa dia?” Tetapi
jika kita sendiri mengalami penderitaan
tersebut, maka kita seakan-akan berteriak, “Mengapa saya pula?!”
Mengapa tidak? Bukankah Yesus sendiri
pun pernah mengalami penderitaan,
malah sampai mati di kayu salib? Ini
bererti penderitaan itu sebenarnya
bukanlah suatu sumpahan. Ianya boleh
bererti sebagai akibat daripada dosa kita. Namun demikian, ianya bukan pula
sebagai suatu hukuman. Sebab, tidak
ada seorang pun yang dihukum oleh
Tuhan, kerana Dia sendiri telah
menderita di kayu salib untuk
keselamatan kita. Sewaktu anda mengalami pelbagai
tekanan hidup, apakah anda
menganggapnya sebagai hukuman
Tuhan? Tetapi percayalah segala bentuk
tekanan hidup tersebut hanyalah
sebagai proses pemulihan bagi kita agar lebih hidup sesuai dengan kehendak
Tuhan. Bayangkanlah anda sebagai
pohon. Mungkin anda mengalami
dipangkas, dibuang dahan, daun serta
bunga dan buah yang berlebihan. Itu
bererti anda bukan dihukum, tetapi ada tujuan tertentu daripada pemilik pohon
tersebut – supaya kita tumbuh subur
dan berbuah banyak walaupun
menderita seketika. Nabi Ayub dan Tuhan Yesus adalah
orang-orang yang tidak bersalah,
namun kedua-duanya mengalami
penderitaan yang luar biasa. Namun
kedua-duanya tidak pernah menjadi
hamba kepada sebarang penderitaan yang mereka hadapi. Memang Ayub
pernah juga mempersoalkan
kesengsaraannya pada Tuhan, tetapi dia
tetap beriman teguh kepada Tuhan.
Demikian juga Yesus, Dia pernah
memohon kepada Allah Bapa-Nya agar penderitaan yang dipikul-Nya itu
dijauhkan daripada-Nya. Tetapi akhirnya
Dia tetap menyerahkan Roh-Nya kepada
Allah Bapa. Menderita atau tidak, itu bukanlah
pilihan kita sendiri, sebab kita sangat
terbatas dan sangat berharap pada
pertolongan Tuhan. Kita semua
mengalami pelbagai bentuk
kesengsaraan yang memang kita tidak ingini. Misalnya, ada orang yang
mengalami kesengsaraan secara
singkat, ada juga yang mengambil masa
agak lama. Ada yang biasa-biasa
sahaja, ada juga yang mengalami
sangat luar biasa hebatnya. Apapun, kita perlu bersedia menghadapinya
kerana cepat atau lambat, pasti kita
akan mengalaminya juga.
Persoalannya, mengapa penderitaan itu
menimpa Nabi Ayub, Paulus, Yesus dan
saya? Apakah ada orang lain yang
terhindar daripada kesengsaraan hidup
ini? Ya, memang tidak ada siapapun
yang terhindar dari penderitaan – Ibu Maria pun tidak! Oleh kerana kesengsaraan merupakan
sebahagian daripada hidup kita, maka
ianya merupakan suatu panggilan yang
suci. Ianya suatu panggilan yang serupa
dengan panggilan Yesus, Sang Hamba
yang menderita itu. Suatu panggilan untuk bersama Yesus di kayu salib dan
komitmen untuk tetap setia bersama
Yesus, baik dalam masa suka mahupun
dalam masa duka. Sama ada kita mahu hidup sengsara
bersendirian, atau memilih hidup
sengsara bersama Yesus, bukan
merupakan masalah. Tetapi jika kita
serahkan penderitaan kita kepada
Kristus, maka ianya akan berubah menjadi suatu berkat dan kesempatan
yang baru. Jadi, mengapa kita tidak
memilih hidup menderita bersama
Yesus daripada menderita secara
bersendirian yang akhirnya membawa
akibat yang negatif, misalnya mulai berangan-angan untuk mengambil jalan
pintas iaitu bunuh diri. Salib Yesus tidak pernah menyelesaikan
kesengsaraan manusia. Kita pun tahu
bahawa kesengsaraan itu sendiri tidak
pernah menjadi masalah yang harus
diatasi. Sebab kesengsaraan itu
merupakan suatu misteri kehidupan yang memerlukan kesedaran kita.
Maka melalui salib Yesus, kesengsaraan
manusia itu diletakkan di dalam
keadaan di mana manusia itu menerima
secara sedar, bukan hanya
penyembuhan, tetapi juga pengalaman peribadi terhadap Yesus Kristus, Sang
Penyembuh batin itu. Maka bagi kita yang mengalami
keadaan sengsara, akan menjadi agen
penyembuh walaupun kita sendiri
mengalami luka-luka kesengsaraan
tersebut. Sebab walaupun kita dalam
keadaan sengsara, namun kita mempunyai kedamaian di hati,
mengingat Yesus sentiasa bersama kita,
dan sentiasa berpesan, “Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan
berbeban berat,” kata-Nya, “Aku
akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mt 11:24)
Sumber:keningaudiocese.org
30 December 2011
2012 kiamat kah?

Salam mesra buat semua pembaca.entry saya pada kali mengenai 2012.pada hari ahad ini kita akan meninggalkan tahun 2011 yang penuh dengan kenangan tak kira pahit atau manis dan memasuki tahun baru.2012!
Beberapa tahun ini,kita sering terdengar khabar angin tentang 2012.sampai ada filem lagi!hehehe.boleh percaya kah ni?
Kalendar Maya dikatakan bermula pada 3113 tahun sebelum masihi.dan pada 2012,bangsa Maya dikatakan telah menyatakan,tepatnya 21 disember 2012 merupakan "End of Time".makna "End of Time" itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuan dan ahli arkeologi.
Ada yang mengatakan maksudnya ialah:
1.berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2.peralihan dari zaman Pisces ke Aquarius
3.peralihan dari abad silver ke abad keemasan
4.End of Time=kiamat lah.apa lagi?:D
5.akan ada sebuah galactic wave yang besar,yang menghentikan semua kegiatan di muka bumi,termasuk kemusnahan manusia
6.perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4 atau sampai 5
7.kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3 ke 4,DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12,sehingga manusia mampu menggunakan kuasa Pcychic.(bagus kalau betul.siok.:D)
8.Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa.(mungkin ini yang betul)
9.ada yang menyatakan waktu sudah tidak berlaku,jadi waktu sudah tidak linear,tapi dapat berubah-ubah,sesuai dengan waktu yang kita alami,dengan adanya mesin masa.
10.penemuan mesin masa dan stargate.
11.manusia sudah boleh melakukan transportation ke galaksi lain melalui stargate.
12.bangkitnya messiah,yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran.(nabi palsu?)
13.kebangkitan isa/Jesus.(yang ni saya paling tidak faham.kan Yesus bangkit dari mati dan naik ke syurga 2000 tahun lalu? Kalau bilang Dia kembali barulah.apa yang bangkit lagi?ada-ada saja)
14.kali pertama peradaban manusia berhubung dengan makhluk asing/alien/UFO
15.manusia menyertai komuniti antaragalaksi buat pertama kalinya.
Dalam kalendar kaum maya yang terkenal itu,diramalkan bahawa pada jangkamasa 1992-2012 bumi akan dibersihkan,selanjutnya peradaban manusia yang sekarang ini akan berakhir dan akan mulai memasuki peradaban baru yang tiada kena-mengena dengan peradaban manusia sekarang.
Pada 21 Disember 2012 bumi dikatakan akan berada sebaris dengan Pusat Galaksi Bima Sakti (macam gerhana kah?) sekali dalam 25000 tahun menyebabkan medan magnet bumi berganjak dan menyebabkan gempa bumi,banjir dan letupan gunung berapi.
Bilang diorang lagi kutub bergeser jadi miring atau mungkin terbalik.jadi matahari mungkin terbit dari barat atau dari utara atau selatan?dan kawasan khatulistiwa mungkin akan jadi bukan khatulistiwa.
Ada lagi konon Nibiru,atau planet x.siap ada cerita konon itu saudara matahari yang sudah lama hilang.macam cerita komik saja.mau berlawan kah konon?:D
Saya ada menyimpan videonya di memory card micro sd lama saya.download dari site blueapple.konon 2012 atau 2013 bumi akan berada ditengah antara matahari dengan Nibiru.bumi akan berhenti berputar selama 3 hari!(macam mana mau kira hari kalau berhenti berputar?pakai jam?:D)
Apa pun kita harus bersedia.apa pun boleh berlaku ditahun itu.cuma,kalau kiamat?tengok dulu.mungkin ada beberapa masalah dari segi ekonomi atau dari perangai manusia sendiri.tapi belum tentu kiamat! Ribut solar tu kan perkara biasa?bukan baru kali ni!
Memang dalam sejarah manusia,sudah banyak kali ada ramalan seperti ini.banyak yang pada mulanya kedengaran meyakinkan dan disebar-sebarkan dengan penuh semangat.tapi seterusnya?ramalan itu jadi nampak bodoh bila sudah melepasi tarikh luputnya.jadi baik kita lihat dulu.
Apa pun,bagi saya,kita tidak harus cepat percaya pada ramalan begini.sebab Tuhan tidak akan semudah itu memberitahu manusia bila dunia akan ditamatkan.sebab Dia mahu semua umatnya bersedia sepanjang masa.ramalan kiamat begini hanya akan melalaikan kita dari tujuan hidup kita di dunia ini.yang masih sekolah jadi malas mahu belajar,yang sudah berkerja pun prestasi kerja merosot gara-gara percaya ramalan kiamat.memang ianya seronok didengar.tapi motivasi ingin jadi lebih baik tidak dapat kekal.dan jelas menunjukkan kita tidak ikhlas percaya kepada Tuhan.
Dan paling penting,Yesus sudah mengatakan dalam Matius 24:36 bahawa tiada yang akan tahu.kalau Yesus tahu pun Dia tidak akan beritahu 'bila'.Dia cuma beritahu 'apa '.
Tapi rasanya,manusia memang susah mahu belajar walaupun sudah berkali-kali mengalaminya.
Apapun,semoga cita-cita kita yang gagal dicapai pada 2011 boleh dijayakan pada 2012.semoga semua kesialan pada 2011 hilang tidak akan kembali lagi.semoga kita semua diberkati Tuhan pada 2012.semoga 2012 menjadi tahun yang penuh harapan buat kita.
God Bless all readers!Happy New Year!!!(^_^)
26 December 2011
Memperingati 26 Disember
Pada 26 Disember 2004, satu
gempa bumi yang besar berlaku
di Lautan Hindi lepas pantai
barat Aceh yang mengakibatkan
berlakunya ombak besar
tsunami yang melandai
kawasan-kawasan pantai di
selatan Asia, Sumatera Utara,
Thailand dan Malaysia. Pusat
gempa terletak pada bujur
3,298° utara dan 95,779° timur
kira-kira 160 km sebelah barat
Aceh sedalam 10 km. Gempa
bumi yang sebesar Skala Richter
9.0 ini berlaku sekitar 8.59 pagi
(waktu Malaysia) dan
merupakan yang keempat
terbesar di dunia sejak 1900. Di
sesetengah lokasi dilaporkan
bahawa ombak tsunami
mencapai ketinggian 10 meter.
Ribuan telah terkorban akibat
malapetaka ini.
Sumber:wikipedia
Memang sangat menakutkan.malapetaka dikatakan sering terjadi pada 26 disember.Ribut Greg di sabah 1996 juga terjadi pada 26 disember.begitu juga dengan beberapa gempabumi sebelum 2004.
Entahlah.mungkin kebetulan ada beberapa kejadian berlaku pada tarikh itu.sebab bukan semua malapetaka terjadi pada 26 disember.
Apa pun,tsunami 2004 ada banyak cerita disebaliknya.ada beberapa kisah yang mungkin benar,dan ada yang mungkin ditokok-tambah atau keseluruhan mungkin dibuat-buat.
Apapun,malapetaka itu menjadi igauan ngeri kepada para mangsa yang terselamat dari maut pada hari itu.dan hari itu menjadi kenangan pahit bagi mereka yang kehilangan orang yang tersayang.
Hari ini,genap tujuh tahun dari peristiwa itu.tapi agaknya masa tujuh tahun agak singkat bagi mereka yang mengalaminya melupakan peristiwa pahit ini.semoga mereka boleh menjadi lebih tabah dan meneruskan kehidupan.
Bagi mereka yang terkorban,kita doakan semoga roh mereka boleh bersemadi dengan tenang.apa pun,pendapat saya,segala yang terjadi adalah amaran kepada kita yang masih hidup.mungkin Tuhan murka kerana kita semakin sering melupakanNya.kita asyik dengan keinginan kita sendiri,dan kita sering lupa akan makna hari natal yang sesungguhnya.kita terlalu asyik 'aramai ti' dengan minuman keras sampai ampai-ampai.marilah kita kenali semula makna krismas agar kita tidak lupa.yaitu hari kelahiran Juruselamat Dunia,Yesus Kristus.
Sekarang,selepas tujuh tahun,kita memperingati hari malapetaka dahsyat ini.semoga ia menjadi motivasi bagi kita agar sentiasa tabah mengharungi hidup dan sentiasa berusaha memperbaiki diri.
God Bless You All! ^_^
gempa bumi yang besar berlaku
di Lautan Hindi lepas pantai
barat Aceh yang mengakibatkan
berlakunya ombak besar
tsunami yang melandai
kawasan-kawasan pantai di
selatan Asia, Sumatera Utara,
Thailand dan Malaysia. Pusat
gempa terletak pada bujur
3,298° utara dan 95,779° timur
kira-kira 160 km sebelah barat
Aceh sedalam 10 km. Gempa
bumi yang sebesar Skala Richter
9.0 ini berlaku sekitar 8.59 pagi
(waktu Malaysia) dan
merupakan yang keempat
terbesar di dunia sejak 1900. Di
sesetengah lokasi dilaporkan
bahawa ombak tsunami
mencapai ketinggian 10 meter.
Ribuan telah terkorban akibat
malapetaka ini.
Sumber:wikipedia
Memang sangat menakutkan.malapetaka dikatakan sering terjadi pada 26 disember.Ribut Greg di sabah 1996 juga terjadi pada 26 disember.begitu juga dengan beberapa gempabumi sebelum 2004.
Entahlah.mungkin kebetulan ada beberapa kejadian berlaku pada tarikh itu.sebab bukan semua malapetaka terjadi pada 26 disember.
Apa pun,tsunami 2004 ada banyak cerita disebaliknya.ada beberapa kisah yang mungkin benar,dan ada yang mungkin ditokok-tambah atau keseluruhan mungkin dibuat-buat.
Apapun,malapetaka itu menjadi igauan ngeri kepada para mangsa yang terselamat dari maut pada hari itu.dan hari itu menjadi kenangan pahit bagi mereka yang kehilangan orang yang tersayang.
Hari ini,genap tujuh tahun dari peristiwa itu.tapi agaknya masa tujuh tahun agak singkat bagi mereka yang mengalaminya melupakan peristiwa pahit ini.semoga mereka boleh menjadi lebih tabah dan meneruskan kehidupan.
Bagi mereka yang terkorban,kita doakan semoga roh mereka boleh bersemadi dengan tenang.apa pun,pendapat saya,segala yang terjadi adalah amaran kepada kita yang masih hidup.mungkin Tuhan murka kerana kita semakin sering melupakanNya.kita asyik dengan keinginan kita sendiri,dan kita sering lupa akan makna hari natal yang sesungguhnya.kita terlalu asyik 'aramai ti' dengan minuman keras sampai ampai-ampai.marilah kita kenali semula makna krismas agar kita tidak lupa.yaitu hari kelahiran Juruselamat Dunia,Yesus Kristus.
Sekarang,selepas tujuh tahun,kita memperingati hari malapetaka dahsyat ini.semoga ia menjadi motivasi bagi kita agar sentiasa tabah mengharungi hidup dan sentiasa berusaha memperbaiki diri.
God Bless You All! ^_^
25 December 2011
Selamat Hari Natal

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;mereka yang diam di negeri kekelaman,atasnya terang telah bersinar.Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak,dan sukacita yang besar;mereka telah bersukacita di hadapan Mu,seperti sukacita di waktu panen,seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.sebab seorang anak telah lahir untuk kita,seorang putera telah diberikan untuk kita;lambang pemerintahan ada di atas bahunya,dan namanya disebutkan orang;Penasihat Ajaib,Allah yang Perkasa,Bapa yang Kekal,Raja Damai.
Yesaya 9:1-5
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita,yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik,yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion:"Allahmu itu Raja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau:mereka bersama-sama bersorak-sorai.sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion.Bergembiralah,bersorak-sorailah bersama-sama,hai reruntuhan Yerusalem!sebab TUHAN telah menghibur umatnya,telah menebus Yerusalem.TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa;maka segala hujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.
Yesaya 52:7-10
Merry Christmas!! may God bless all readers!!
05 December 2011
"SEANDAINYA ENGKAU SUNGGUH MENGIMANI-NYA, MAKA..."

Hanya lewat sabda-Nya
banyak mujizat terjadi,
apalagi lewat kehadiran
nyata-Nya dalam Ekaristi.
Banyak orang menghadiri KKR
dan doa-doa sejenisnya dan
merasa terjamah dan
tersembuhkan karena iman
dan harapannya akan
kesembuhan, dan
sesungguhnya mereka
mendapatkannya saat itu.
Lalu mereka berkata; "Wow,
lebih baik aku ke sana atau ke
situ karena kehadiran Yesus
sungguh aku rasakan.
Yesus mendengarkan
keluhanmu dan Ia berkata
dengan penuh kesedihan;
"Anak-Ku; Inilah Tubuh-
Ku...Inilah Darah-Ku
(Mat.26:26-29) Inilah makanan
untuk jiwamu yang
Kusediakan dengan Tangan-
Ku sendiri lewat para imam-
Ku di dalam rumah-Ku, tapi
kenapa engkau tidak
mengimaninya dengan
sungguh waktu engkau
menyantap-Ku? Engkau selalu
merasakan bahwa itu
hanyalah sepotong roti dan
seteguk anggur walaupun
Aku telah meyakinkanmu
bahwa "itulah Tubuh-Ku dan
Darah-Ku, makanan istimewa
dalam Rumah-Ku.
Kawan, jika saja engkau mau
mengimani dengan sungguh
apa terjadi dalam dan pada
saat Ekaristi dirayakan maka
engkau tidak perlu mencari
mujizat lain semata hanya
untuk kesembuhan tubuhmu,
karena sesungguhnya engkau
telah melewatkan mujizat
terbesar dalam hidupmu,
yakni ketika roti dan anggur
berubah menjadi Tubuh dan
Darah-Nya di dalam perayaan
Ekaristi. Dan, hidangan
istimewa ini hanya tersedia di
dalam Gereja-Nya. Masakan Ia
menghidangkan menu
istimewa di rumah lain?
Percayalah dan engkau akan
melihat dan merasakan
mujizat-Nya."***Duc in
Altum***
Sumber:facebook Gereja Katolik
01 December 2011
Advent
Advent merupakan hari
persediaan dalam tempoh selama
empat minggu, Minggu pertama
dan minggu ke dua bertemakan
Kedatangan sekali lagi Tuhan
Yesus pada hari kiamat nanti,
dimana pembacaan Bible dalam
tempoh tersebut bertema hari
kiamat.
Minggu ketiga dan keempat
minggu merupakan minggu
persedian untuk menyambut
hari christmas, dimana tema
pembacaan Bible adalah
berkaitan dengan kedatangan
Mesiah, yang dijanjikan kepada
bangsa Israel melalui para nabi.
Selain itu, permulaan Advent
juga merupakan permulaan
kalender tahun baru dalam
gereja Katolik.
Dikalangan orang katolik, ada
beberapa aktiviti yang dibuat
sama ada dalam lingkungan
keluarga ataupun pada
peringkat gereja seperti
melibatkan doa renungan untuk
menghayati maksud musim
Advent. Permulaan minggu
ketiga biasanya aktiviti caroling
akan bermula sehingga
christmas.
Digereja dan rumah, terdapat
empat buah candle
(kebiasaannya color purple)
akan disediakan ditempat khas.
4 buah candle mewakili empat
minggu dalam musim Advent.
Minggu pertama candle pertama
akan dinyalakan, minggu kedua
dua buah candle dinyalakan
sehinggalah ke minggu
terakhir...
Secara keseluruhannya advent
merupakan minggu renungan
untuk kedatangan Yesus kali
pertama dan kali kedua (yang
akan datang)..
Sumber:facebook Belia st Michael pinatau
persediaan dalam tempoh selama
empat minggu, Minggu pertama
dan minggu ke dua bertemakan
Kedatangan sekali lagi Tuhan
Yesus pada hari kiamat nanti,
dimana pembacaan Bible dalam
tempoh tersebut bertema hari
kiamat.
Minggu ketiga dan keempat
minggu merupakan minggu
persedian untuk menyambut
hari christmas, dimana tema
pembacaan Bible adalah
berkaitan dengan kedatangan
Mesiah, yang dijanjikan kepada
bangsa Israel melalui para nabi.
Selain itu, permulaan Advent
juga merupakan permulaan
kalender tahun baru dalam
gereja Katolik.
Dikalangan orang katolik, ada
beberapa aktiviti yang dibuat
sama ada dalam lingkungan
keluarga ataupun pada
peringkat gereja seperti
melibatkan doa renungan untuk
menghayati maksud musim
Advent. Permulaan minggu
ketiga biasanya aktiviti caroling
akan bermula sehingga
christmas.
Digereja dan rumah, terdapat
empat buah candle
(kebiasaannya color purple)
akan disediakan ditempat khas.
4 buah candle mewakili empat
minggu dalam musim Advent.
Minggu pertama candle pertama
akan dinyalakan, minggu kedua
dua buah candle dinyalakan
sehinggalah ke minggu
terakhir...
Secara keseluruhannya advent
merupakan minggu renungan
untuk kedatangan Yesus kali
pertama dan kali kedua (yang
akan datang)..
Sumber:facebook Belia st Michael pinatau
24 November 2011
GAPAILAH KEUTAMAAN INI

Kadang terjadi bahwa banyak
koruptor dan penjahat yang
mempunyai banyak uang
nampaknya lebih bermurah
hati dalam soal memberi
derma dan membantu orang
lain. Apapun motivasinya, tapi
itulah kenyataan yang sering
kita alami dalam kehidupan
kita.
Aku hanya memberimu saran
kecil ini; "Jangan iri melihat
apa yang mereka miliki dan
akan bagaimana caranya
mereka menggunakan semua
harta benda mereka, pun
janganlah menghakimi
mereka."
Marilah belajar dari si janda
miskin yang dipuji oleh Yesus,
"sesungguhnya janda itu
memberi dari
kekurangannya."
Seberapapun yang Anda
miliki, yang penting
didapatkan dengan cara halal,
maka berilah kepada Tuhan
dan sesamamu, karena
sesungguhnya itulah yang
paling berkenan di mata Allah.
Kosongkanlah dirimu maka
Allahpun bebas mengisi
dengan rahmat baru yang
Anda butuhkan."***Duc in
Altum***
Sumber:facebook Gereja Katolik
12 November 2011
Tetaplah Kuat bertahan !!
Seorang Prajurit (Special
Force) sebelum benar-benar
diterjunkan pada medan
pertempuran akan ditempa
dengan latihan yang begitu
berat dan hampir-hampir
melampaui ketahanan fisik
pribadinya, yang memang
dalam kenyataannya para
prajurit ini memiliki daya
tahan diatas rata-rata
manusia normal. Tahukah
anda seberapa berat latihan
mereka ? Mungkin slogan ini
sedikit menggambarkan
beratnya latihan mereka
"Lebih baik mati berperang
dari pada ikut latihan !"...
Ya benar! mereka memilih
berperang ketimbang
menghadapi kerasnya latihan,
disisi lain para pelatih
berharap para prajurit yang
dilatihnya bisa memenangi
seluruh peperangan disegalah
jenis medan tempur.
Sahabat Alkitab menuliskan
peperangan kita bukanlah
melawan darah dan daging
artinya peperangan orang
percaya adalah lebih berat
dari peperangan yang
mengorbankan fisik (tubuh
dan daging) tapi peperangan
kita adalah melawan
penghulu-penghulu udara,
roh-roh jahat yang
kesemuanya menyerang
pribadi kita (nafsu
kedagingan, emosi dan
pikiran ketamakan) itulah
musuh utama kita. Kita
dituntut untuk bisa
menaklukan PRIBADI KITA
SENDIRI, tanda kita MENANG
ketika kita bisa MENGUCAP
SYUKUR DALAM SEGALAH
PERKARA !!
Sudakah anda mengucap
syukur hari ini, meskipun
berat dan tidak ada dasar
anda untuk mengucap
syukur ?.......Jadilah prajurit
yang tangguh dan kuat karna
tujuan kita adalah Mahkota
Surgawi....Jesus bless you...
Renungkan:
Ibrani 12:7-8 Jika kamu harus
menanggung ganjaran; Allah
memperlakukan kamu seperti
anak. Di manakah terdapat
anak yang tidak dihajar oleh
ayahnya? Tetapi, jikalau kamu
bebas dari ganjaran, yang
harus diderita setiap orang,
maka kamu bukanlah anak,
tetapi anak-anak gampang.
Sumber:facebook Aku Cinta Yesus
Force) sebelum benar-benar
diterjunkan pada medan
pertempuran akan ditempa
dengan latihan yang begitu
berat dan hampir-hampir
melampaui ketahanan fisik
pribadinya, yang memang
dalam kenyataannya para
prajurit ini memiliki daya
tahan diatas rata-rata
manusia normal. Tahukah
anda seberapa berat latihan
mereka ? Mungkin slogan ini
sedikit menggambarkan
beratnya latihan mereka
"Lebih baik mati berperang
dari pada ikut latihan !"...
Ya benar! mereka memilih
berperang ketimbang
menghadapi kerasnya latihan,
disisi lain para pelatih
berharap para prajurit yang
dilatihnya bisa memenangi
seluruh peperangan disegalah
jenis medan tempur.
Sahabat Alkitab menuliskan
peperangan kita bukanlah
melawan darah dan daging
artinya peperangan orang
percaya adalah lebih berat
dari peperangan yang
mengorbankan fisik (tubuh
dan daging) tapi peperangan
kita adalah melawan
penghulu-penghulu udara,
roh-roh jahat yang
kesemuanya menyerang
pribadi kita (nafsu
kedagingan, emosi dan
pikiran ketamakan) itulah
musuh utama kita. Kita
dituntut untuk bisa
menaklukan PRIBADI KITA
SENDIRI, tanda kita MENANG
ketika kita bisa MENGUCAP
SYUKUR DALAM SEGALAH
PERKARA !!
Sudakah anda mengucap
syukur hari ini, meskipun
berat dan tidak ada dasar
anda untuk mengucap
syukur ?.......Jadilah prajurit
yang tangguh dan kuat karna
tujuan kita adalah Mahkota
Surgawi....Jesus bless you...
Renungkan:
Ibrani 12:7-8 Jika kamu harus
menanggung ganjaran; Allah
memperlakukan kamu seperti
anak. Di manakah terdapat
anak yang tidak dihajar oleh
ayahnya? Tetapi, jikalau kamu
bebas dari ganjaran, yang
harus diderita setiap orang,
maka kamu bukanlah anak,
tetapi anak-anak gampang.
Sumber:facebook Aku Cinta Yesus
12 October 2011
Kasih: tulus, aktif timbalbalik.
Roma 12:9-21
Kasih: tulus, aktif timbal balik.
Kasih tak boleh pura-pura,
sebab bila demikian kita
menipu diri sendiri, mendustai
orang yang kita kasihi. Hal itu
ditolak Tuhan, sebab
mengasihi sesama adalah
perintah Tuhan yang harus
ditaati.
Di dalam Tubuh
Kristus, kasih harus aktif
timbal balik. Kasih yang sudah
kita terima dari Tuhan, dan
yang menjadi teladan bagi
kita mempersatukan kita
dalam suatu persekutuan
kasih yaitu Gereja-Nya. Sikap
Kristen, baik dalam kalangan
sendiri, dan terlebih lagi
keluar adalah aktif pro kasih.
Bantulah orang-orang kudus.
Membantu para hamba Tuhan
dalam kebutuhan hidup
mereka, terutama yang
sedang kekurangan berarti
turut serta menunjang
pekerjaan Tuhan. Sikap dan
tindakan kasih itu pasti
sangat diperhatikan oleh
Tuhan sebab mengandung
nilai sebagai persembahan
kepada Tuhan sendiri (Mat.
25:40).
Balaslah kejahatan dengan
kebaikan. Lakukan kebaikan,
utamakan hidup damai dan
berilah tempat kepada murka
Allah. Dengan hati lembut,
kita bawa permasalahan
dalam doa kepada Tuhan. Biar
Tuhan yang akan mengadili
dengan kebijaksanaan-Nya
yang dalam itu. Bila musuh
yang lapar kita beri makan,
dan yang haus kita beri
minum, mereka akan takjub
diperhadapkan dengan sifat-
sifat Allah sendiri.
Doa: Tuhan, tolonglah,
kasihku masih sangat kecil,
jauh dari cukup.
Sumber:Facebook Aku Cinta Yesus
Kasih: tulus, aktif timbal balik.
Kasih tak boleh pura-pura,
sebab bila demikian kita
menipu diri sendiri, mendustai
orang yang kita kasihi. Hal itu
ditolak Tuhan, sebab
mengasihi sesama adalah
perintah Tuhan yang harus
ditaati.
Di dalam Tubuh
Kristus, kasih harus aktif
timbal balik. Kasih yang sudah
kita terima dari Tuhan, dan
yang menjadi teladan bagi
kita mempersatukan kita
dalam suatu persekutuan
kasih yaitu Gereja-Nya. Sikap
Kristen, baik dalam kalangan
sendiri, dan terlebih lagi
keluar adalah aktif pro kasih.
Bantulah orang-orang kudus.
Membantu para hamba Tuhan
dalam kebutuhan hidup
mereka, terutama yang
sedang kekurangan berarti
turut serta menunjang
pekerjaan Tuhan. Sikap dan
tindakan kasih itu pasti
sangat diperhatikan oleh
Tuhan sebab mengandung
nilai sebagai persembahan
kepada Tuhan sendiri (Mat.
25:40).
Balaslah kejahatan dengan
kebaikan. Lakukan kebaikan,
utamakan hidup damai dan
berilah tempat kepada murka
Allah. Dengan hati lembut,
kita bawa permasalahan
dalam doa kepada Tuhan. Biar
Tuhan yang akan mengadili
dengan kebijaksanaan-Nya
yang dalam itu. Bila musuh
yang lapar kita beri makan,
dan yang haus kita beri
minum, mereka akan takjub
diperhadapkan dengan sifat-
sifat Allah sendiri.
Doa: Tuhan, tolonglah,
kasihku masih sangat kecil,
jauh dari cukup.
Sumber:Facebook Aku Cinta Yesus
03 August 2011
KETIKA TUHAN MENDENGARKAN DOAMU

Peringatan St. Stefanus I, Paus
dan Martir
Mat.15:21-28
Baik secara langsung maupun
dalam bentuk perumpamaan,
tapi jika seseorang mengatakan
atau memperlakukan kita
sebagai binatang maka yang ada,
adalah sakit hati, marah dan
dendam terhadapnya.
Bacaan Injil hari ini menceritakan
sebuah kisah menarik ketika
wanita Kanaan (suku asli di tanah
terjanji) datang kepada Yesus
dan meminta-Nya untuk
menyembuhkan anaknya, ia
mendapatkan kata-kata keras
(kasar) ini dari mulut Yesus;
“Tidak baik mengambil
makanan untuk anak-anak dan
memberikan kepada anjing.”
Wanita ini tidak kehilangan akal
karena iman dan harapanya telah
memenuhi jiwanya bahwa orang
ini bisa berbuat sesuatu untuk
anak kesayangannya sehingga ia
membalasnya; “Tapi Tuhan,
anjing itu makan dari remah-
remah yang jatuh dari meja
tuannya.” Mendengar itu, Yesus
menjawab: “Hai ibu, besar
imanmu! Terjadilah padamu
menurut seperti yang
kaukehendaki.”
Wow...bukankah ketika saudara
dan aku meminta sesuatu
dengan penuh iman, maka Tuhan
sangat merendahkan Diri-Nya
untuk mengikuti kemauan kita?
Bila Anda perhatikan dengan
seksama dari pengalaman orang
lain maupun pengalaman
pribadimu, maka banyak orang
kecewa dan mundur bahkan
membenci Allah hanya karena
apa yang telah dimulai dengan
penuh iman dan harapan (ketika
memanjatkan doa), tidak mampu
bertahan dalam iman dan
harapan yang sama ketika waktu
perkenaan Allah lumayan
diperpanjang, bahkan tidak sama
sekali. Aku hanya
mengingatkanmu bahwa fokus
Tuhan terhadap wanita Kanaan
itu bukan pada air mata
kesedihan di raut wajahnya, tapi
pada iman dan harapan di hati
yang keluar indah di mulutnya
dalam bentuk kata-kata di atas.
Pagi ini, aku hanya mau
mengingatkanmu bahwa
“ketika kita mengikuti
kehendak Tuhan, itu hal yang
sangat biasa. Akan tetapi sesaat
ketika engkau sadar bahwa
Tuhan yang ajaib dan perkasa itu
mengikuti kemauanmu
(memenuhi apa yang Anda minta
dalam doa-doamu) maka
sadarlah bahwa di satu pihak,
Tuhan kita yang Agung itu
merendahkan diri untuk
melayani kita, namun di lain
pihak, Tuhan menyatakan cinta-
Nya secara luar biasa kepadamu
sehingga engkau pun merasa
berarti sebagai ciptaan-Nya,
sebagai putra-putri-Nya. Wanita
asing itu saja mendapatkan
rahmat yang sedianya hanya
diberikan kepada anak-anak Allah
(dalam tradisi Yahudi) maka aku
mau meyakinkanmu bahwa
engkau adalah saudara Yesus.
Engkau telah diangkat dan diikat
dengan darah Yesus menjadi
putra dan putri Allah. Allah,
Bapamu memiliki rahmat yang
tak berkesudahan, rahmat yang
selalu baru untukmu jika saja
engkau percaya kepada-Nya
sebagai Bapa yang baik.
Intinya, Allah tidak fokus pada air
mata kesedihanmu karena
tertimpah masalah, tapi pada
iman dan harapan dibalik segala
raut muka kesedihanmu.
Dekatilah Dia dengan iman, maka
Tuhan pun akan mengikuti
kemauanmu.
Salam dan doa seorang sahabat
untuk para sahabat.
Sumber:facebook gereja katolik
26 June 2011
Dua tahap kembalinya Kristus?
KPR 1:11"hai orang-orang galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini,yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu,akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Selalunya bila saya baca di beberapa site,kebanyakan orang berpendapat yang kedatangan kembali Yesus dalam dua tahap.pendapat dua tahap kedatangan ini dari fahaman pre-milenarisme(sorry kalau sebutan tak betul).ini kerana mereka berpendapat yang Kristus akan datang untuk melindungi umatNya dari mengalami tribulasi dan kemudian kedatangan tahap keduaNya untuk memerintah kerajaan seribu tahun.dan ini ada kaitan dengan fahaman rapture.(pengangkatan orang percaya ke syurga)
Mengenai rapture,ada beberapa perbezaan pendapat mengenai bilakah masanya ia terjadi iaitu:
1)pre-trib rapture terjadi sebelum tribulasi.
2)mid-trib rapture terjadi ditengah tribulasi.
3)post-trib rapture terjadi selepas tribulasi.
4)pengangkatan pra murka Tuhan.variasi dari mid-trib?
Dan tribulasi adalah masa kesusahan besar yang disebabkan oleh antikristus.
apa pun,yang difokus pada kali ini adalah dua tahap kedatangan ini.adakah benar kedatangan kembali ini ada dua kali tapi dikira sebagai satu kali?terpulang kepada pendapat masing-masing.
Tapi saya ada teori saya sendiri.dan saya rasa teori ini boleh menjawab semua kemusykilan tentang kedatangan kedua Kristus.tapi mungkin ia bertentangan dengan "isme-isme" kebanyakan gereja.dan jika ada ayat dalam Alkitab yang bertentangan dengan teori ini,mungkin saya tidak menemuinya.lagipun saya tidak pernah belajar teologi dimana-mana.tapi saya rasa saya diberi penyingkapan sederhana ini hasil membaca Alkitab dan membaca artikel hasil karya orang lain di internet.
Mula-mula,baca yang ini.inilah yang selalu diguna oleh rapturist.(yang percaya kedatangan kembali tahap pertama untuk merapture)
1 tesalonika 4:15-17.
"ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan:kita yang hidup,yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan,sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.sebab pada waktu tanda diberi,yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi,maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;sesudah itu,kita yang hidup,yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."
Menyongsong ertinya menyambut kan? Seperti di matius 25:6"waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!"
Jadi menyongsong=menyambut.jadi pada waktu kedatangan Yesus kedua kali,kita menyambut Tuhan yang datang ke dunia.bukan kita yang disambut Tuhan di surga!
Kita menyangka kedatangan kembali Kristus ada dua tahap.dan ada masa yang panjang diantara tahap pertama dan tahap kedua.tanpa kita sedar yang kita telah mengatakan Kristus datang untuk kali ketiga!padahal ianya sepatutnya kedatangan keduakali!kenapa?
Sebenarnya,yang kita sangka dua tahap itu bukan dua tahap.ini ialah proses kedatangan kembali Kristus.dan ia terjadi pada hari yang sama!prosesnya begini:
Bermula bila Dia datang di awan-awan.(wahyu 1:7)seterusnya Dia berjalan(atau terbang?) mengelilingi bumi dari timur ke barat (matius 24:27) sambil berlakunya rapture(matius 24:29-31) ketika itulah semua orang dibumi melihat Dia(wahyu 1:7 juga)dan sebaik saja acara rapture selesai,Kristus bersama umat yang di rapture tadi turun di bukit zaitun(zakharia 14:4-7 yudas 1:14-15)dan barulah wahyu 20:7-10 terjadi.
Mengenai kerajaan seribu tahun,ada beberapa pendapat.ada yang literal dan ada yang mengatakan ia bermaksud "masa yang sangat lama."terpulang pada pendapat masing-masing!
Memang teori ini akan bertentangan dengan fahaman sedia ada.tapi boleh dipertimbangkan,kan?
Tapi mengenai masa,kita memang tidak tahu bilakah ia akan terjadi.apa yang penting,berjaga-jagalah!
God bless all! (^_^)
16 June 2011
kurang berserah...
Seorang pemuda tersesat di
sebuah hutan dan terpisah dari
rombongannya. Pada waktu
berjalan ia terperosok ke jurang
yang sangat terjal, untung ia
masih sempat memegang
sebuah akar pohon yang sangat
besar.
Hari mulai gelap dia mulai
berdoa, "Tuhan kirimkan
malaikat untuk menolong
saya,"
Tetapi yang muncul bukan
malaikat melainkan Roh Kudus
yang berbicara dalam
hatinya, "Beriman dan
berserahlah, lepaskan
peganganmu,"
Tetapi ia tidak mau mati konyol,
ia tetap bergantung di situ
sampai matahari
terbit.
Setelah terang, ia bisa melihat
ke atas, betapa ia sangat
bersyukur kepada
Tuhan..., ratusan meter
jauhnya! Kemudian, ia melihat
kebawah....., ia lebih
terkejut lagi.
Ternyata jarak kakinya dengan
tanah kurang lebih hanya 50
cm. "!!???"
Sumber:pondokrenungan.com
Hehehe
sebuah hutan dan terpisah dari
rombongannya. Pada waktu
berjalan ia terperosok ke jurang
yang sangat terjal, untung ia
masih sempat memegang
sebuah akar pohon yang sangat
besar.
Hari mulai gelap dia mulai
berdoa, "Tuhan kirimkan
malaikat untuk menolong
saya,"
Tetapi yang muncul bukan
malaikat melainkan Roh Kudus
yang berbicara dalam
hatinya, "Beriman dan
berserahlah, lepaskan
peganganmu,"
Tetapi ia tidak mau mati konyol,
ia tetap bergantung di situ
sampai matahari
terbit.
Setelah terang, ia bisa melihat
ke atas, betapa ia sangat
bersyukur kepada
Tuhan..., ratusan meter
jauhnya! Kemudian, ia melihat
kebawah....., ia lebih
terkejut lagi.
Ternyata jarak kakinya dengan
tanah kurang lebih hanya 50
cm. "!!???"
Sumber:pondokrenungan.com
Hehehe
28 May 2011
new date for doomsday?

Amazingly, despite the obvious lack of
violent natural disasters and 200 million
raptured believers, Harold Camping still
believes that he was correct about the
day. He says he misunderstood the
exact nature of what would take place on May 21, but that Judgement Day did in
fact happen as predicted. He now says it
took the form of a more spiritual
coming/Judgement that we can't see.
He was wrong about physical
earthquakes and etc., but he claims that the dates and everything else is still God-
revealed truth. This new insight, of course, brings up the
question. If he misunderstood the nature
of Judgement Day, how can we believe
that he correctly understands the nature
of October 21. Perhaps it will also be a
"spiritual destruction" that we can't see? Quotes from Camping's open
interview May 23rd On May 23, 2011, Camping held a special
public Q&A forum for reporters. Here are
a few of the "highlights": Regarding the end of the world: "the end is 5 months away now." When asked about setting a new
date (Oct 21): "...we've always said October 21 was
the day, that's not new. I'm not setting a
new date at all. I'm only saying that we
didn't understand all together the
spiritual meaning of what, eh.: May 21
was a day when Christ came and put the world under judgement. Absolutely,
there's a big change in the world.
They're under judgement where they
were not on May 20, they are under
judgement; and that, that, that, that
hasn't changed it's only that uh were' seeing this as a spiritual thing happening
rather than a physical thing happening
and but the, the, the timing, the
structure, the proofs, the signs; none of
that has changed at all. None. None at
all. And, and it's just amazing what God has has shown us in so far as it proofs
and timings." Speaking of May 21st, "Judgement
Day": "...I was wrong. It was to be understood
spiritually, not, uh, not uh, uh physi,
physically and yet the sense of it is still
the same. That judgement has come. It
the world is now under judgement
where it was not prior to May 21. Spiritually there is a big difference in the
world that we can't detect it all with our
eyes, but we can know from the bible." When asked who is a true believer,
who will be saved: "The fact is there's only one kind of
people that will ascend into heaven and
that has nothing to do with any religious.
They could be a Hinduist, they could be a
Muslim or whatever. If God has saved
them they're going to be caught up. And God, in fact it's interesting, this is very
significant: in the bible, again and again,
when it talks about the end of the world,
it says the last shall be first and the fist
shall be last. That's repeated several
times and that has some *very* important spiritual significance. Because
'the last' are those who know the least
about the bible, who have probably
never heard the bible before till they got
the message through uh the media and
through Family Radio activity that May 21 is Judgement Day. And uh, and uh
they, uh they, they, they they they got
that came from the bible and so they
they have heard the word of God, and if
God has decided to save them, and God
knows whom he, whom he is going to save, they don't have to know all about
the bible. They don't have to know
about, about uh, uh all the things that we
learn in the scriptures, they just have to
know God has spoken and I, (speaking
now as a person praying for salvation) 'oh, God have mercy on me, have, God
have mercy on me' and that can be any,
any one, at, at all it isn't [illegible word]
in fact those who are 'the first' they're
the ones that've had the bibles all their
years and they have, they're not, the're not, they don't have an understanding of
the truth of the bible. They have their
own understanding." Q: "Does it worry you that you have
hurt the credibility and made a
mockery in some ways of
religion?": "oh, no, I don't no, no, excuse me just
like what I've said before there is no
pastor in the world, that, that -- that's not
the right statement. Most pastors would
never admit they make a mistake
because they are trying to run a bi., uh, preserve their own credibility in the
eyes of those who are listening or
maybe they insist they are maintaining
the present credibility of the bible. But
the fact is they're not. They're not." Comments It is true that October 21 is not a new
date. Mr. Camping has said all along that
May 21 was Judgement Day, but that the
end would be October 21. Camping is not
asserting a new date, he is affirming his
original timeline with a "minor" tweak: Judgement Day was more "spiritual"
than it was physical. What does the Bible say about
Christ's second Coming? Christ's first coming was literal,
something we could see: 2 Peter 1:16 16 For we have not followed cunningly devised fables, when we made known
unto you the power and coming of our
Lord Jesus Christ, but were eyewitnesses of his majesty. Christ's second coming will be physical,
like His first coming: Acts 1:11 11 Which also said, Ye men of Galilee, why stand ye gazing up into heaven? this same Jesus, which is taken up from
you into heaven, shall so come in like manner as ye have seen him go into heaven.
Sumber:www.refutecamping.com
Memang tida pandai insaf ni urang tua.
Subscribe to:
Posts (Atom)